Nasional
Beranda » Berita » Harga Emas Antam dan Galeri24 Turun Menjadi Rp2,8 Juta per Gram, Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam dan Galeri24 Turun Menjadi Rp2,8 Juta per Gram, Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam dan Galeri24 Turun Menjadi Rp2,8 Juta per Gram, Apa Penyebabnya?
Harga Emas Antam dan Galeri24 Turun Menjadi Rp2,8 Juta per Gram, Apa Penyebabnya?

Media Pendidikan – 04 April 2026 | Pasar logam mulia di Indonesia kembali mencuri perhatian investor dan konsumen pada Sabtu (4/4) ketika harga emas Antam serta Galeri24 mengalami penurunan signifikan. Kedua produk emas batangan tersebut diperdagangkan pada kisaran Rp2,8 juta per gram, menandai penurunan yang cukup tajam dibandingkan dengan level harga sebelumnya. Penurunan ini tidak lepas dari dinamika pasar global, kebijakan pajak dalam negeri, serta perubahan sentimen para pelaku pasar.

Di sisi lain, Galeri24, platform penjualan emas online yang juga mengoperasikan gerai fisik, mencatat harga jual sebesar Rp2.870.000 per gram pada hari yang sama. Harga buyback Galeri24 berada pada level Rp2.692.000 per gram. Penurunan Rp33.000 per gram dibandingkan dengan harga sebelumnya menandakan tekanan jual yang cukup kuat.

Baca juga:

Berikut rangkuman harga per gram untuk masing-masing produk pada hari itu:

Produk 1 gram 2 gram 5 gram 10 gram
Antam Rp2.857.000 Rp5.654.000 Rp14.060.000 Rp28.065.000
Galeri24 Rp2.870.000 Rp5.672.000 Rp14.076.000 Rp28.076.000

Untuk ukuran lebih besar, harga Antam mencapai Rp2.797.600 per gram untuk 1.000 gram (1 kilogram), sedangkan Galeri24 menawarkan 1.000 gram dengan harga Rp2.782.049 per gram. Perbedaan kecil pada skala kilogram menunjukkan bahwa kedua pemain pasar masih bersaing ketat dalam hal harga akhir.

Beberapa faktor menjadi penyebab utama penurunan harga ini. Pertama, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penguatan selama beberapa pekan terakhir, yang secara otomatis menurunkan harga emas dalam mata uang lokal. Kedua, kebijakan pajak yang baru diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023 memberikan keringanan PPh 22 bagi penjual emas batangan, menurunkan tarif dari 0,45 persen menjadi 0,25 persen. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meringankan beban pajak pada konsumen akhir, tetapi pada praktiknya menurunkan margin keuntungan penjual sehingga mereka menyesuaikan harga jual ke level yang lebih kompetitif.

Baca juga:

Selain faktor fiskal, sentimen global juga memberi dampak signifikan. Harga emas internasional sempat mengalami koreksi setelah bulan-bulan sebelumnya yang ditandai dengan lonjakan tajam akibat ketidakpastian geopolitik dan inflasi. Ketika indeks dolar menguat dan suku bunga kebijakan bank sentral utama naik, logam mulia biasanya kehilangan daya tariknya sebagai safe haven, yang pada gilirannya menurunkan permintaan di pasar domestik.

Di Jakarta, khususnya di wilayah Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, petugas Gadai Emas dan Cicil Emas BSI melaporkan bahwa penurunan harga ini memengaruhi volume transaksi. Beberapa nasabah menunda pembelian emas batangan, berharap harga akan kembali turun atau setidaknya stabil pada level yang lebih rendah. Sementara itu, pedagang grosir melaporkan bahwa persediaan emas Antam dan Galeri24 di butik Graha Dipta Pulo Gadung dan gerai lainnya mulai menumpuk, memaksa mereka untuk menurunkan harga guna menghindari penumpukan stok.

Para analis pasar logam mulia menilai bahwa penurunan harga ini masih bersifat sementara. Mereka menekankan bahwa emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang kuat, terutama dalam kondisi inflasi tinggi dan volatilitas pasar saham. Namun, mereka memperingatkan bahwa pergerakan harga dalam beberapa minggu ke depan akan sangat dipengaruhi oleh keputusan kebijakan moneter global, terutama dari Federal Reserve Amerika Serikat, serta pergerakan nilai tukar rupiah.

Baca juga:

Untuk konsumen yang berencana membeli emas batangan, para ahli menyarankan memperhatikan tiga hal penting: pertama, membandingkan harga jual dan buyback di beberapa gerai resmi; kedua, memperhatikan reputasi penjual dan keaslian sertifikat logam; serta ketiga, meninjau kebijakan pajak yang berlaku, khususnya mengenai pemotongan PPh 22 yang kini lebih rendah. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, konsumen dapat meminimalkan risiko dan memperoleh nilai optimal atas investasi emas mereka.

Secara keseluruhan, penurunan harga emas Antam dan Galeri24 menjadi indikator bahwa pasar logam mulia Indonesia sedang mengalami fase penyesuaian setelah periode kenaikan yang cukup lama. Meskipun harga telah turun menjadi sekitar Rp2,8 juta per gram, fundamental permintaan emas sebagai aset safe haven tetap kuat. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan fiskal, nilai tukar, serta indikator ekonomi global guna mengambil keputusan investasi yang lebih tepat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *