Ekonomi
Beranda » Berita » Harita Nickel Siap Buyback Saham Maksimal Rp 1 T, Ini Jadwalnya

Harita Nickel Siap Buyback Saham Maksimal Rp 1 T, Ini Jadwalnya

Harita Nickel Siap Buyback Saham Maksimal Rp 1 T, Ini Jadwalnya
Harita Nickel Siap Buyback Saham Maksimal Rp 1 T, Ini Jadwalnya

Media Pendidikan – 30 Juni 2026 | PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham maksimal Rp 1 triliun. Pemegang saham menyetujui beberapa mata agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, termasuk terkait buyback saham.

Terkait buyback, perseroan berencana untuk melanjutkan kembali program Pembelian Kembali Saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp 1 triliun, dengan pertimbangan harga dan jumlah tergantung kondisi pasar.

Baca juga:

Pembelian kembali saham akan dilakukan secara bertahap dengan jangka waktu 12 bulan setelah tanggal persetujuan RUPS Tahunan, yaitu mulai 1 Juli 2026.

Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan Tahun Buku 2025, penetapan penggunaan hasil usaha, penunjukan akuntan publik, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, kelanjutan program pembelian kembali saham, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).

Baca juga:

Kepercayaan ini menjadi modal penting bagi Harita Nickel untuk terus menjalankan agenda korporasi secara disiplin, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Perseroan menegaskan fokus untuk terus memperkuat fundamental operasional, meningkatkan efisiensi, menjaga keandalan pasokan, serta mengoptimalkan rantai nilai nikel terintegrasi di tengah dinamika industri nikel global.

Baca juga:

Perseroan juga terus melanjutkan penyelesaian proyek-proyek strategis dan optimalisasi fasilitas produksi yang telah beroperasi. Perseroan saat ini mengembangkan fasilitas produksi Kapur Tohor sebagai bagian dari upaya memperdalam integrasi rantai nilai dan mendukung efisiensi operasional jangka panjang.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *