Media Pendidikan – 21 Juni 2026 | Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75 persen dari semula 5,25 persen mulai memicu dampak pada sektor properti. Pasar rumah kelas menengah mulai melambat karena kenaikan biaya kredit yang menyebabkan calon pembeli rumah mempertimbangkan kembali keputusan mereka.
‘Kenaikan BI Rate ini membuat calon pembeli rumah harus mempertimbangkan kembali kemampuan finansial mereka sebelum memutuskan untuk membeli rumah,’ kata seorang analis properti.
Data menunjukkan bahwa penjualan rumah kelas menengah telah menurun sejak kenaikan BI Rate. Hal ini menunjukkan bahwa pasar rumah kelas menengah mulai melambat.
Di Jakarta, penjualan rumah kelas menengah telah menurun sebesar 10% sejak kenaikan BI Rate. Sementara itu, di kota-kota lainnya, penjualan rumah kelas menengah juga menurun sebesar 5-7%.
Kenaikan BI Rate ini juga membuat developer properti harus mempertimbangkan kembali strategi pemasaran mereka. Mereka harus menawarkan harga yang lebih kompetitif dan fasilitas yang lebih baik untuk menarik calon pembeli rumah.
Secara keseluruhan, kenaikan BI Rate telah membuat pasar rumah kelas menengah melambat. Namun, masih ada kesempatan bagi developer properti untuk menyesuaikan strategi pemasaran mereka dan menawarkan harga yang lebih kompetitif untuk menarik calon pembeli rumah.


Komentar