Media Pendidikan – 21 Juni 2026 | Malaysia telah mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk memperoleh jaminan pasokan minyak, gas, dan diesel selama 20 tahun ke depan. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkapkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah memberikan jaminan untuk memastikan pasokan energi Malaysia tetap aman selama periode tersebut.
Rusia telah menunjukkan minat besar dalam meningkatkan kerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara, terutama setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Februari lalu. Hal ini telah mengganggu pasokan minyak dan gas Asia melalui Selat Hormuz.
Malaysia, bersama dengan Filipina, Indonesia, Vietnam, dan Myanmar, telah menunjukkan minat dalam membeli minyak dan gas Rusia untuk mengatasi potensi kekurangan pasokan energi. Langkah ini dilakukan meskipun berpotensi memicu ketegangan dengan sekutu Barat seperti AS dan negara-negara Eropa yang mendukung Ukraina dalam perang melawan Rusia.
Anwar juga menyoroti kesepakatan energi baru yang ditandatangani Malaysia dengan Turkmenistan selama kunjungannya. Perusahaan energi Malaysia, Petronas, akan terlibat dalam pengembangan dua blok gas besar di negara Asia Tengah tersebut.
Kesepakatan ini akan membantu menjamin kebutuhan energi Malaysia selama beberapa dekade ke depan dan meningkatkan ekspor ke negara-negara mitra seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.


Komentar