Media Pendidikan – 16 Juni 2026 | Baru-baru ini, kehadiran Wakil Menteri (Wamen) Sudaryono di Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membuka ruang dialog dengan kalangan kampus secara demokratis telah menjadi sorotan. Mahasiswa geruduk diskusi di UGM tersebut, menurut Sudaryono, tidak mencerminkan demokrasi.
Sudaryono menegaskan bahwa kehadirannya bersama dua pejabat lainnya di UGM bertujuan untuk membuka ruang dialog dengan kalangan kampus secara demokratis. Namun, aksi mahasiswa yang geruduk diskusi tersebut dinilai tidak mencerminkan demokrasi.
"Kehadiran kami di UGM bertujuan untuk membuka ruang dialog dengan kalangan kampus secara demokratis," kata Sudaryono. Ia juga menekankan bahwa aksi mahasiswa yang geruduk diskusi tersebut tidak mencerminkan demokrasi.
Peristiwa ini telah menyebabkan banyak perdebatan dan sorotan dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa aksi mahasiswa tersebut tidak mencerminkan demokrasi dan lebih seperti aksi anarkis.
UGM sendiri merupakan salah satu universitas terkemuka di Indonesia, dengan lebih dari 50.000 mahasiswa dan 2.500 dosen. Universitas ini telah berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan dan penelitian terkemuka di Indonesia.


Komentar