Media Pendidikan – 15 Juni 2026 | Polda Metro Jaya melakukan pengecekan senjata api pada personel saat apel pengamanan demo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Polda Metro Jaya menggelar apel pasukan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di sejumlah titik Jakarta pada Senin (15/6). Selain mengawal demonstrasi di sejumlah titik, aparat juga mengamankan kunjungan kenegaraan Presiden Federasi Republik Jerman Frank-Walter Steinmeier ke tanah air.
Dalam pengamanan dua agenda besar tersebut, total 6.675 personel dikerahkan. Rinciannya, terdiri dari 6.165 personel Polri, 500 personel TNI, dan 10 personel Dinas Perhubungan.
"Kami dari Polda Metro Jaya akan menyampaikan dua agenda kegiatan pada hari ini, Senin 15 Juni 2026. Yang pertama akan kami sampaikan terkait tentang kunjungan kenegaraan dari Presiden Federasi Republik Jerman yaitu Mr. Frank-Walter Steinmeier beserta Ibu Negara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto usai apel pengamanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
Budi menegaskan penutupan jalan tidak dilakukan sepanjang hari, melainkan hanya ketika rombongan kenegaraan melintas.
"Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah 585 personel tergelar di beberapa titik-titik tertentu dan sudah mulai pagi tadi pukul 06.00 sudah insert pelaksanaan di beberapa kantong-kantong ataupun ruas-ruas yang akan dilewati. Prinsip pengamanan adalah memberikan rasa aman, nyaman terkait tentang rangkaian pelaksanaan sehingga aktivitas masyarakat juga tetap berjalan dengan lancar dan baik," kata Budi.
Selain pengamanan kunjungan Presiden Jerman, Polda Metro Jaya juga mengerahkan ribuan personel untuk mengawal aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa di Jakarta.
"Selanjutnya kami menyampaikan agenda kegiatan masyarakat kedua tentang penyampaian aspirasi di muka umum. Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menerjunkan personel sebanyak 3.588 personel gabungan TNI-Polri dari Dishub, Satpol PP, dan Polres-Polres penyangga," ujar Budi.
"Tadi kita sama-sama mendengarkan ada 18 direktif Bapak Kapolda Metro Jaya, di mana intinya adalah petugas yang melaksanakan pelayanan pengamanan harus sabar, humanis, dan tidak terprovokasi," katanya.
Budi menegaskan, aparat bertugas memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi.
"Aspirasi yang disampaikan jelas tentunya dilindungi oleh undang-undang dan ini harus dikawal secara bersama. Tetapi ada hal-hal yang menjadi perhatian kita bersama, kami juga menghimbau kepada para peserta aksi penyampaian aspirasi di depan umum termasuk petugas pengamanan harus memperhatikan keselamatan bersama, memperhatikan kepentingan masyarakat-masyarakat lain selain dari penyampaian aspirasi. Ini harus sama-sama kita jaga," kata Budi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak ada personel yang dibekali senjata api selama pengamanan aksi.
"Selanjutnya disampaikan dalam direktif tersebut tidak ada penggunaan senjata api. Ini ditegaskan oleh Bapak Kapolda Metro Jaya tadi disampaikan pada saat apel secara bersama," ujarnya.
Budi mengatakan terdapat empat titik aksi yang menjadi fokus pengamanan pada hari ini, yakni kawasan DPR/MPR, Silang Monas, Bundaran HI-Dukuh Atas, dan kantor Badan Gizi Nasional (BGN).
Berdasarkan hasil analisis intelijen dan pemantauan media sosial, jumlah massa aksi yang diperkirakan hadir mencapai ratusan orang di sejumlah titik tersebut.
"Kami menyampaikan untuk massa aksi yang diajukan untuk di DPR/MPR berkisar antara 300 sampai dengan 400 massa aksi. Sekitar wilayah Silang Monas itu sekitar 40 sampai dengan 70 massa aksi. Di sekitar Bundaran HI, Dukuh Atas itu sekitar 100 massa aksi, dan di BGN sekitar 40 sampai dengan 50 massa aksi," ujar Budi.
Ia menambahkan, hingga saat ini kepolisian belum menerima surat pemberitahuan resmi terkait rencana aksi lanjutan yang sebelumnya disuarakan sejumlah elemen mahasiswa.


Komentar