Media Pendidikan – 15 Juni 2026 | JPNN.com, JAKARTA – Indonesia terus mengalami peningkatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada Senin pagi, nilai tukar rupiah menguat 82 poin atau 0,46 persen. Penyebab utama peningkatan nilai tukar rupiah adalah sepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat. Sepakatan ini telah mencapai kesepakatan untuk menangguhkan pembangunan proyek strategis di dekat Teluk Persia. Selain itu, Amerika Serikat juga setuju untuk tidak menambah sanksi terhadap Iran. Peningkatan nilai tukar rupiah juga didukung oleh kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent mencapai $65 per barel, meningkat 1,3% dari hari sebelumnya. Peningkatan nilai tukar rupiah juga membuat investor lebih percaya diri untuk berinvestasi di Indonesia. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin pagi mencapai 14.500. Ini adalah nilai tertinggi sejak bulan September lalu. Peningkatan nilai tukar rupiah juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi mencapai 5,1% pada tahun ini. Peningkatan nilai tukar rupiah juga dapat meningkatkan nilai investasi asing di Indonesia. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, nilai investasi asing di Indonesia pada kuartal I mencapai $3,5 miliar. Ini adalah nilai tertinggi sejak bulan Januari.


Komentar