Media Pendidikan – 14 Juni 2026 | Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dapat memicu kenaikan harga obat di Indonesia. Hal ini dikarenakan industri farmasi nasional sangat tergantung pada bahan baku dan komponen obat impor.
"Kenaikan harga obat dapat membahayakan masyarakat, terutama mereka yang tidak mampu membeli obat dengan harga yang mahal," kata IDI.
Data menunjukkan bahwa industri farmasi nasional masih sangat tergantung pada bahan baku dan komponen impor. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan industri farmasi nasional dalam produksi bahan baku dan komponen obat.
IDI juga menyarankan agar pemerintah melakukan pengawasan yang ketat terhadap harga obat di pasar untuk mencegah kenaikan harga yang tidak wajar.


Komentar