Media Pendidikan – 13 Juni 2026 | Pemerintah mempercepat pengembangan industri bioetanol nasional sebagai bagian dari strategi hilirisasi perkebunan dan transisi energi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengembangan ekosistem bioetanol terintegrasi di Provinsi Lampung.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi dan Kunjungan Lapangan Pengembangan Bioetanol Terintegrasi di Lampung yang dipimpin Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu.
Todotua mengatakan Lampung dipilih sebagai lokasi awal pengembangan karena memiliki ketersediaan bahan baku yang memadai serta posisi strategis untuk memasok kebutuhan energi di Sumatra dan sebagian Pulau Jawa.
Lampung memiliki feedstock paling mumpuni untuk pengembangan bioetanol nasional. Posisinya sangat strategis karena dapat memasok kebutuhan Sumatera dan sebagian Jawa yang merupakan pusat konsumsi energi terbesar di Indonesia.
Pada tahap awal, proyek percontohan akan mencakup penanaman sorgum varietas Enryu seluas 10 hektare serta pembangunan fasilitas bioetanol skala awal. Selanjutnya, pada tahap komersial akan dikembangkan lahan sorgum seluas 6.000 hektare dan pabrik bioetanol berkapasitas 60.000 kiloliter per tahun.
Pembangunan ditargetkan dimulai pada kuartal III 2027 dan beroperasi pada kuartal IV 2028.
Yang ingin kita bangun bukan hanya pabrik, tetapi ekosistem ekonomi. Feedstock ada di sini, logistik ada di sini, masyarakat agrikulturnya juga ada di sini.


Komentar