Media Pendidikan – 13 Juni 2026 | SpaceX, perusahaan yang dimiliki oleh Elon Musk, telah berhasil melampaui Tesla dalam hal valuasi setelah melakukan initial public offering (IPO) senilai USD 75 miliar. Valuasi SpaceX kini telah menembus USD 2 triliun, melampaui kapitalisasi pasar Tesla yang berada di kisaran USD 1,5 triliun.
Sebelumnya, Tesla merupakan satu-satunya cara bagi investor ritel untuk berinvestasi pada berbagai bisnis yang dimiliki Musk. Namun, setelah SpaceX melantai di bursa, perusahaan tersebut beserta portofolio bisnisnya yang luas, mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga perjalanan luar angkasa, langsung menjadi alternatif yang lebih menarik.
Saham SpaceX melonjak 19 persen pada debut perdagangannya, menjadikan Musk sebagai triliuner pertama di dunia. Menurut Viraj Patel dari Vanda Research, “AI adalah EV (kendaraan listrik) yang baru,” dan menyebut SpaceX sebagai “bintang baru yang paling bersinar saat ini”.
Visi ambisius Musk serta kesuksesan saham Tesla selama 16 tahun terakhir telah membuatnya memiliki basis investor ritel yang sangat loyal. Banyak penggemar Musk berharap SpaceX dapat mencatat pertumbuhan yang setara atau bahkan melampaui Tesla mengingat luasnya ambisi bisnis perusahaan tersebut.
Namun, SpaceX juga berpotensi menghadapi kekhawatiran valuasi yang selama bertahun-tahun membayangi Tesla. Penasihat investasi Guardian Wealth Advisors, Rand Millwood, mengatakan bahwa “saat ini hanya ada sekitar 15 perusahaan di dunia yang memiliki valuasi mencapai USD 1 triliun,” dan sebagian besar perusahaan tersebut sudah berdiri sejak lama dan memiliki arus kas positif.


Komentar