Media Pendidikan – 12 Juni 2026 | Bank Indonesia (BI) mengungkap beberapa faktor yang menyebabkan penguatan kembali nilai tukar rupiah. Menurut Direktur Eksekutif BI, Destry Siregar, nilai tukar rupiah pada Jumat, 12 Juni 2026, ditutup pada level Rp 17.865 per dolar AS, menguat sebesar 0,84 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Faktor-faktor tersebut antara lain stabilitas politik, kebijakan moneter yang tepat, dan kondisi ekonomi yang positif. Selain itu, BI juga mengingatkan bahwa nilai tukar rupiah harus tetap stabil dan tidak terlalu bergantung pada faktor-faktor eksternal.
Destry menyatakan bahwa BI akan terus memantau kondisi ekonomi dan nilai tukar rupiah untuk mengambil kebijakan yang tepat. Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan moneter harus tetap responsif terhadap perubahan kondisi ekonomi.
Nilai tukar rupiah yang stabil sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, BI akan terus bekerja keras untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.


Komentar