Media Pendidikan – 11 Juni 2026 | Pada hari Media Sosial dunia, banyak orang terjebak dalam kecemasan ekonomi. Harga Pertamax naik, BI Rate meningkat, dan nilai tukar rupiah menyentuh titik terlemahnya. Namun, kita harus ingat bahwa ekonomi tidak bekerja sesederhana sebuah unggahan di media sosial.
Ilustrasi bijak saat membaca informasi. Foto: AIPagi
Ekonomi terbuka dan kompleks, dan gejolak global dapat menekan banyak negara sekaligus. Indonesia tidak hidup di ruang hampa. Kita harus memperlakukan komunikasi sebagai bagian dari kebijakan dan membangun literasi ekspektasi.
Protokol komunikasi yang baik dapat membantu mencegah kepanikan digital dan menciptakan biaya ekonomi nyata. Setiap data sensitif perlu disertai konteks, dan otoritas harus lebih cepat mengisi ruang kosong informasi. Media dan kreator konten perlu membedakan antara peringatan dan provokasi.
Kita juga harus membangun kebiasaan seperti membaca sebelum membagikan, mengecek sebelum menyimpulkan, dan bertanya sebelum panik. Hari Media Sosial Indonesia menjadi pengingat bahwa jempol kita ikut membentuk suasana ekonomi.


Komentar