Media Pendidikan – 11 Juni 2026 | Rupiah Indonesia terus mengalami penurunan nilai dalam penutupan perdagangan hari ini. Menurut data dari Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,25 persen atau 44 poin menjadi Rp17.988 per dolar AS.
Analisis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa sentimen pasar kembali negatif melihat perkembangan konflik AS-Iran. "Setelah serangan baru AS ke Iran, Iran menyatakan menutup Selat Hormuz untuk kapal tanker maupun kapal komersial," kata Ibrahim.
Di samping itu, rilis data inflasi AS menunjukkan indeks harga konsumen naik menjadi 4,2 persen di bulan Mei 2026. "Inflasi tersebut merupakan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir, didorong oleh kenaikan biaya energi," ucap Ibrahim.
Kenaikan inflasi memperkuat ekspektasi pasar bahwa the Fed akan mempertahankan suku bung tinggi dalam waktu lebih lama. The Fed diprakirakan akan melanjutkan pengetatan moneter jika tekanan harga berlanjut.
Investor sekarang menunggu data harga produsen AS yang akan dirilis Kamis waktu setempat. Data itu merupakan petunjuk, terkait prospek inflasi dan jalur kebijakan Fed.
Di dalam negeri, sentimen pasar dipengaruhi oleh proyeksi defisit APBN 2026 oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Organisasi itu memprediksi defisit APBN Indonesia tahun ini akan melebar menyentuh ambang batas 3 persen terhadap PDB.


Komentar