Media Pendidikan – 10 Juni 2026 | Seperti biasa, setiap 1 Juni kita memperingati Hari Anak Internasional. Namun, apakah perayaan ini hanya simbol formalitas ataukah sudah saatnya kita memastikan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia?
Pada Hari Anak Internasional, kita diingatkan akan pentingnya hak-hak dan kesejahteraan anak-anak. Namun, di sisi lain, masih banyak anak-anak yang hidup tidak sejahtera dan bahkan tidak pernah merasakan haknya.
Berdasarkan data survei dari KPAI pada November 2020, ada 382 anak-anak yang dibunuh kelompok Junta Myanmar pada Juni 2022. Selain itu, ada juga 24 anak yang menjadi korban penembakan massal di Thailand pada Oktober 2022.
Tragedi-tragedi ini tidak hanya merusak fisik dan mental anak-anak, tetapi juga membunuh imajinasi dan mimpi mereka. Anak-anak seperti mereka hanya bercita-cita bisa hidup lebih lama, tidur nyenyak, atau bahkan bertemu dengan keluarganya.
Maka dari itu, sudah saatnya kita memastikan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia. Kita butuh kebijakan ekonomi yang berpihak, sistem yang menindak tegaskan predator, dan komitmen kemanusiaan para petinggi.
Kesejahteraan anak-anak bukanlah hadiah atau pilihan yang dapat diberikan sewaktu-waktu, melainkan sebuah hak mutlak bagi semua makhluk hidup tanpa penawaran.


Komentar