Media Pendidikan – 05 Juni 2026 | KBRI Tokyo mendukung penguatan kapasitas petani muda Indonesia melalui program pelatihan pertanian di Jepang. Program ini melibatkan peserta dari Indonesia, Thailand, dan Filipina. ASEAN Young Farm Leaders Training Program in Japan 2026 diselenggarakan oleh Japan Agricultural Exchange Council (JAEC) dan berlangsung bersama Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang.
Pembukaan kegiatan digelar di Ota City Youth Exchange Center, Tokyo, pada 27 April 2026. Acara dihadiri perwakilan pemerintah Jepang dan negara peserta ASEAN. Sejumlah 50 petani muda mengikuti program tersebut selama hampir satu tahun. Indonesia mengirimkan 18 peserta untuk mengikuti pelatihan lapangan.
Atase Kehutanan KBRI Tokyo, Ima Yudin Rayaningtyas, mengapresiasi dukungan JAEC dan MAFF Jepang. Menurutnya, program tersebut penting bagi pengembangan pertanian kawasan. “ASEAN Young Farm Leaders Training Program in Japan 2026 bukan hanya program pelatihan, tetapi investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia pertanian ASEAN. Program ini memperkuat kapasitas generasi muda menghadapi tantangan sektor pertanian masa depan,” kata Ima.
Peserta Indonesia didorong mempelajari teknologi dan manajemen pertanian modern Jepang. “Ilmu dan praktik terbaik diharapkan dapat diadaptasi di Indonesia. Hal itu mendukung produktivitas, efisiensi, dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Saat ini peserta Indonesia tinggal bersama petani pendamping di berbagai prefektur Jepang. Mereka menjalani pelatihan sekaligus mempelajari kehidupan masyarakat setempat. Komoditas pelatihan mencakup padi, stroberi, melon, sayuran, dan rempah-rempah. Peserta juga mempelajari budidaya pisang, edamame, bunga, serta taro.


Komentar