Media Pendidikan – 04 Juni 2026 | Mata uang Garuda, Rupiah, mengalami penurunan signifikan pada perdagangan siang ini, mencapai Rp17.955 per US$. Penurunan ini setara dengan 116 poin atau 0,65 persen terhadap greenback.
Rupiah telah berada dalam kondisi lemah sejak beberapa hari terakhir, dan penurunan ini merupakan lanjutan dari tren tersebut. Pada saat yang sama, pasar perdagangan di Asia juga menunjukkan penurunan, yang kemungkinan besar mempengaruhi nilai Rupiah.
Pengamat ekonomi menilai bahwa penurunan ini disebabkan oleh ketergantungan Rupiah terhadap ekspor, terutama dari sektor pertanian dan industri. Namun, mereka juga menambahkan bahwa pemerintah Indonesia telah berusaha untuk memperkuat Rupiah dengan melakukan intervensi monetari.
Sementara itu, analis keuangan menilai bahwa penurunan ini dapat mempengaruhi konsumsi masyarakat dan meningkatkan biaya hidup. Mereka juga menambahkan bahwa pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk meningkatkan daya saing Rupiah dan memperkuat ekonomi nasional.


Komentar