Media Pendidikan – 03 Juni 2026 | Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Nusa Tenggara Timur (DPD ASITA NTT) Abed Frans mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah tidak otomatis meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTT. Menurutnya, wisatawan asing juga memahami kondisi nilai tukar rupiah saat ini. Karena itu, pelaku pariwisata perlu cermat menyusun strategi dan melakukan negosiasi.
Abed menjelaskan pelaku usaha pariwisata kerap mendapat tekanan untuk memberikan harga serendah mungkin. Kondisi tersebut harus disikapi secara hati-hati agar tidak berdampak pada kualitas pelayanan wisata. Ia menilai operator wisata perlu melakukan perhitungan yang matang sebelum menerima permintaan pasar.
Kunjungan terbanyak tercatat melalui Bandar Udara Ngurah Rai, Bali. Menurut Pudji, wisatawan pemegang paspor Malaysia menjadi kelompok terbanyak dengan porsi 16,65 persen. Posisi berikutnya ditempati wisatawan Australia sebesar 12,65 persen dan Tiongkok sebesar 10,73 persen.
ASITA NTT berharap tren positif tersebut juga dapat dirasakan di daerahnya. Peningkatan minat wisatawan terhadap produk dan layanan lokal diharapkan mampu mendukung pertumbuhan pariwisata daerah.


Komentar