Sains & Teknologi
Beranda » Berita » NASA Siap Uji Coba Jet Supersonik untuk Tembus Kecepatan Suara Tanpa Sonic Boom

NASA Siap Uji Coba Jet Supersonik untuk Tembus Kecepatan Suara Tanpa Sonic Boom

NASA Siap Uji Coba Jet Supersonik untuk Tembus Kecepatan Suara Tanpa Sonic Boom
NASA Siap Uji Coba Jet Supersonik untuk Tembus Kecepatan Suara Tanpa Sonic Boom

Media Pendidikan – 31 Mei 2026 | Pesawat X-59 NASA terbang di atas pegunungan dekat Pusat Penelitian Penerbangan Armstrong NASA di Edwards, California, pada Selasa, 12 Mei 2026. Foto: NASA/Jim Ross

NASA bersiap memulai serangkaian uji coba untuk pesawat supersonik generasi baru mereka dalam beberapa pekan ke depan. Pesawat eksperimental bernama X-59 itu telah menjalani 14 kali penerbangan sejak melakukan penerbangan perdana pada Oktober 2025. Seluruh pengujian sebelumnya difokuskan untuk memastikan sistem dan rekayasa teknis pesawat berfungsi dengan baik.

Baca juga:

Kini, NASA akan mulai menguji kemampuan utama yang menjadi alasan pesawat ini diciptakan, yakni terbang lebih cepat dari suara dengan tingkat kebisingan yang jauh lebih rendah. Demonstrasi yang dijadwalkan dimulai pada awal Juni 2026 mendatang akan membuat X-59 melesat dengan kecepatan lebih dari 1.014 kilometer per jam di ketinggian sekitar 13.106 meter.

Cathy Bahm, Manajer Proyek Low Boom Flight Demonstrator NASA, mengatakan, "Apa yang akan dilakukan selanjutnya adalah pertama kalinya pesawat unik ini terbang dalam kondisi supersonik. Kami mulai memasuki titik pengujian kondisi misi yang memang menjadi tujuan utama desain X-59."

Pesawat supersonik memang relatif jarang beroperasi, terlebih di atas wilayah berpenduduk. Namun, sebagian orang mungkin pernah mendengar contoh sederhana dari sonic boom, yakni suara cambuk yang meletup saat diayunkan. Ujung cambuk dapat bergerak lebih cepat daripada kecepatan suara, sehingga menciptakan dentuman kecil yang merupakan bentuk mini dari sonic boom.

Baca juga:

Dari sudut pandang fisika, fenomena ini berkaitan dengan gelombang tekanan. Ketika suatu benda bergerak melalui fluida, termasuk udara, benda tersebut menghasilkan gelombang tekanan di bagian depan dan belakangnya. Gelombang ini merambat dengan kecepatan suara di medium tersebut.

Setiap kendaraan yang melaju lebih cepat daripada kecepatan suara secara alami akan terus menghasilkan sonic boom. Bagi penumpang di dalam pesawat, hal itu tidak menjadi masalah. Namun, bagi orang-orang yang berada di bawah jalur penerbangan, dentuman yang terus-menerus dapat sangat mengganggu.

Inilah alasan NASA mengembangkan X-59. Jika berhasil, teknologi ini dapat membuka jalan bagi pesawat komersial supersonik yang dapat terbang di berbagai wilayah tanpa menimbulkan kebisingan ekstrem.

Baca juga:

X-59 dirancang agar mampu memecah dan menyebarkan gelombang tekanan sebelum bergabung menjadi satu gelombang kejut besar. Rahasia utama desain tersebut terletak pada hidung pesawat yang sangat panjang, ramping, dan meruncing. Bagian hidung itu bahkan mencakup sekitar sepertiga dari total panjang pesawat yang mencapai 30,3 meter.

Meski menjanjikan, X-59 tetap merupakan pesawat eksperimental. Pesawat ini bukan prototipe langsung untuk layanan penerbangan komersial masa depan. Dengan kata lain, NASA tidak bisa begitu saja menambahkan kursi penumpang lalu mengoperasikannya sebagai pesawat sipil.

Namun, hasil pengujian X-59 dapat menjadi fondasi penting bagi pengembangan pesawat supersonik generasi berikutnya. Bahm menegaskan bahwa setiap tahap pengujian membawa NASA semakin dekat pada masa depan penerbangan supersonik yang lebih praktis dan ramah lingkungan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *