Media Pendidikan – 31 Mei 2026 | Bank Tabungan Negara (BTN) telah mengucurkan kredit sebesar Rp 1,5 triliun kepada PT Pindad melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Loan Facility. Fasilitas ini bertujuan untuk mendukung kemandirian industri pertahanan nasional dan menyukseskan berbagai program unggulan nasional.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa kredit ini akan digunakan untuk mendukung produksi kendaraan taktis Maung MV3 dan amunisi untuk mendukung kesiapan pertahanan nasional.
"Kami berharap dengan dukungan BTN ini akan meningkatkan kapasitas produksi Pindad yang tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga akan menciptakan efek berganda terhadap industri baja, logam, elektronik, manufaktur, logistik, serta menyerap ribuan tenaga kerja nasional," ujar Nixon.
Pindad sendiri memegang peran sentral dalam ekosistem industri pertahanan nasional melalui produksi kendaraan tempur, amunisi, senjata, hingga berbagai peralatan khusus yang digunakan oleh TNI dan Polri.
BTN juga percaya bahwa sektor perbankan memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan tepat waktu, tepat kualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi negara.
Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti nyata dari transformasi bisnis berkelanjutan yang sedang digalakkan oleh BTN melalui strategi Beyond Mortgage.
Sigit Puji Santosa, Direktur Utama Pindad, mengatakan dukungan pembiayaan dari BTN akan memperkuat kapasitas produksi Pindad dalam memenuhi berbagai kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penguatan industri pertahanan membutuhkan dukungan lintas sektor. Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad dan mempercepat terciptanya ekosistem industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan.


Komentar