Nasional
Beranda » Berita » Warga Rela Kiosnya di Jalur Puncak Dibongkar: KDM Kasih Kompensasi Rp 10 Juta

Warga Rela Kiosnya di Jalur Puncak Dibongkar: KDM Kasih Kompensasi Rp 10 Juta

Warga Rela Kiosnya di Jalur Puncak Dibongkar: KDM Kasih Kompensasi Rp 10 Juta
Warga Rela Kiosnya di Jalur Puncak Dibongkar: KDM Kasih Kompensasi Rp 10 Juta

Media Pendidikan – 27 Mei 2026 | Puluhan kios dan bangunan liar di kawasan wisata Puncak, Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat dibongkar petugas gabungan, Rabu (27/5/2026). Alat berat diterjunkan untuk mengeksekusi bangunan-bangunan tersebut.

Pembongkaran kios dan bangunan liar yang berdiri di kawasan itu sempat mendapat penolakan dari pedagang. Namun, mereka merelakan untuk ditertibkan usai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM terjun langsung dan menjanjikan dana kompensasi sebesar Rp 10 juta.

Baca juga:

Salah satu pemilik bangunan, Dayat (40), menjelaskan alasan warga sempat menolak pembongkaran tersebut.

"Sempat terjadi ketegangan antara petugas dengan pemilik bangunan. Pasalnya penertiban dilakukan lebih cepat dibandingkan jadwal yang sudah diinformasikan sebelumnya. Saya sempat tanya-tanya, katanya dikasih waktu sampai Kamis (besok), tapi ternyata malah hari ini ditertibkan. Makanya tadi sempat ada protes," kata Dayat.

Dayat mengungkapkan, ketegangan mereda setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang untuk berdialog langsung dengan para pedagang.

"Setelah dialog. Dijanjikan kompensasi Rp 10 juta. Setelah itu ketegangan mereda. Warga langsung membersihkan sendiri barang-barangnya," ucapnya.

Dayat yang sudah 20 tahun berjualan di kawasan Puncak Cianjur tersebut mengaku akan menggunakan dana kompensasi untuk membuka usaha di tempat lain.

Baca juga:

"Uangnya mau dipakai modal lagi, buka kios di tempat lain," ujarnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membagikan momen saat mendatangi kios warga di jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat. Ia bertemu para warga pemilik bangunan tersebut.

Dalam unggahan di Instagram-nya, KDM mengatakan warga awalnya menangis dan marah ke KDM karena warungnya mau digusur. Tapi akhirnya mereka menerima keputusan tersebut setelah diberikan solusi.

"Ibu ini asalnya nangis sama saya, marah, karena warungnya mau digusur. Tapi setelah diberikan solusi yang tidak punya rumah akan dibangunkan rumah. Yang perlu tempat tinggal dikontrakin dulu. Uang kompensasinya sudah masuk tinggal dicairkan," ujar KDM di antara para warga.

Kasatpol PP Kabupaten Cianjur Djoko Purnomo, mengatakan dana kompensasi tersebut diberikan oleh Pemprov Jabar melalui rekening dari pedagang yang sudah didata.

Baca juga:

"Betul tadi disampaikan langsung oleh pak Gubernur akan ada dana kompensasi untuk yang ditertibkan," kata Djoko.

"Kalau yang belum punya rumah nanti didata, kemudian disiapkan rumah. Jadi khusus yang belum punya rumah. Nanti didata oleh Kades," kata dia.

Djoko menambahkan, penertiban kios dan bangunan liar dilakukan untuk penataan kawasan Puncak. Pasalnya Puncak akan difokuskan kembali menjadi tujuan wisata di Jawa Barat.

"Puncak dua akan dibangun untuk alternatif jalan. Sedangkan Puncak I difungsikan kembali sebagai jalur wisata. Makanya ditata kembali, diawali dengan penertiban bangunan liar," kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *