Ekonomi
Beranda » Berita » Idul Adha dan Denyut Ekonomi Rakyat

Idul Adha dan Denyut Ekonomi Rakyat

Idul Adha dan Denyut Ekonomi Rakyat
Idul Adha dan Denyut Ekonomi Rakyat

Media Pendidikan – 27 Mei 2026 | Idul Adha sekilas terlihat sebagai ibadah tahunan, namun tradisi ini diproyeksikan menggerakkan ekonomi hingga triliunan rupiah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkirakan pada 2026, momentum Idul Adha adalah salah satu sirkulasi ekonomi rakyat terbesar di Indonesia selain Idul Fitri/Lebaran.

Peneliti Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), Tira Mutiara, memproyeksikan potensi ekonomi kurban nasional pada 2026 mencapai Rp26,89 triliun. Kementerian Pertanian memperkirakan kebutuhan hewan kurban nasional tahun 2026 mencapai sekitar 1,09 juta kambing, 466.086 domba, 791.452 sapi, dan 12.914 kerbau.

Baca juga:

"Kurban memiliki karakter ekonomi yang berbeda dari konsumsi biasa. Ia bekerja seperti jaring pengaman sosial yang hidup dengan mengalirkan daya beli, menjaga perputaran ekonomi lokal, sekaligus memastikan kelompok rentan tidak tertinggal dari denyut pertumbuhan ekonomi," kata Tira Mutiara.

Baca juga:

Ekonomi modern dibangun di atas teknologi, data, dan algoritma. Namun, sejarah menunjukkan bahwa pasar hanya bergerak sehat ketika masyarakat masih memiliki rasa percaya dan soliditas. Tanpa kepercayaan, uang hanya berpindah tangan tanpa menciptakan ketahanan.

Baca juga:

Salah satu tantangan yang harus diselesaikan adalah mengoptimalkan rasa kepercayaan dan solidaritas sosial tersebut agar momentum kurban dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara produktif, inklusif, dan berkesinambungan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *