Media Pendidikan – 25 Mei 2026 | Pengamat ekonomi Prof Latuhihin menilai pemangkasan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 3,7 triliun bukanlah keputusan yang diambil untuk membenahi kondisi ekonomi. Menurutnya, keputusan ini lebih kepada tindakan yang dipaksakan karena kepepet. “Pemangkasan anggaran MBG ini bukan karena niat benahi ekonomi, tapi karena kepepet,” kata Prof Latuhihin.
Prof Latuhihin menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran MBG ini akan berdampak pada masyarakat yang paling membutuhkan. Ia menekankan bahwa program MBG harus dipertahankan karena memiliki dampak positif pada kesejahteraan masyarakat. “Program MBG harus dipertahankan karena memiliki dampak positif pada kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang paling membutuhkan,” tambahnya.
Anggaran MBG yang awalnya sebesar Rp 12,2 triliun dikurangi menjadi Rp 8,5 triliun. Pemangkasan anggaran ini menuai protes dari berbagai kalangan. Banyak yang khawatir bahwa pemangkasan anggaran ini akan berdampak negatif pada kesejahteraan masyarakat.


Komentar