Media Pendidikan – 23 Mei 2026 | Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang dapat membahayakan nyawa ibu dan bayi. Setiap tahun, sebanyak 22 Mei diperingati sebagai Hari Preeklamsia Sedunia untuk meningkatkan kesadaran tentang komplikasi kehamilan ini.
Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan gangguan organ, biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Gejalanya kerap mirip dengan keluhan umum selama hamil, sehingga sering tidak disadari. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sakit kepala hebat, pandangan kabur, sensitif terhadap cahaya, pembengkakan berlebihan pada wajah dan tangan, nyeri ulu hati, kenaikan berat badan mendadak, dan sesak napas.
“Pemeriksaan kehamilan secara rutin sejak awal juga penting dilakukan agar kondisi ibu dan janin dapat terus dipantau. Selain itu, konsumsi suplemen seperti kalsium dan vitamin D3 dapat diberikan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan,” kata dr. Andrew Christian Yurius, Sp.OG.
Kementerian Kesehatan mulai memperkuat deteksi dini preeklamsia melalui inovasi berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut digunakan untuk membantu tenaga kesehatan mengenali risiko preeklamsia lebih cepat, mulai dari pemantauan tekanan darah hingga analisis faktor risiko pada ibu hamil.


Komentar