Media Pendidikan – 23 Mei 2026 | Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) menggeruduk gedung rektorat pada Rabu (20/5/2026) sebagai protes atas dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh beberapa dosen. Menurut Ketua BEM UPNVY Muhammad Risyad Hanafi, aksi ini merupakan akumulasi kemarahan mahasiswa atas kasus dugaan kekerasan seksual oleh dosen yang mencuat belakangan ini.
Risyad mengatakan bahwa mahasiswa memberikan waktu tiga hari kepada kampus untuk mengusut kasus kekerasan seksual ini. Mereka meminta agar pelaku dinonaktifkan hingga proses selesai.
Data yang dikumpulkan BEM UPNVY menyebut ada delapan dosen yang diduga melakukan kekerasan seksual. Mereka menggunakan modus bimbingan, baik itu bimbingan mata kuliah maupun bimbingan skripsi. Banyak mahasiswi yang menjadi korban adalah yang tengah berada di tingkat akhir.
Saat ditemui setelah aksi di rektorat, Risyad mengatakan bahwa kekerasan seksual verbal ini ada yang disampaikan dosen secara terang-terangan di forum terbuka. Ada video-video yang mengungkapkan bagaimana dosen bertutur kata di dalam kelas ataupun di forum-forum terbuka dengan jokes-jokes seksisnya.
Tindakan mahasiswa ini didukung oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UPNVY. Mereka telah membuka aduan dan telah menerima 13 korban serta 12 saksi. Korban ini tidak hanya mahasiswi S1 tapi juga S2.
Saat ini, Satgas PPKPT UPNVY tengah merampungkan rekomendasi untuk para pelaku. Mereka akan disampaikan kepada rektor dan diteruskan ke kementerian. Jika sanksi berat, maka pelaku akan dikeluarkan atau diberhentikan.


Komentar