Media Pendidikan – 21 Mei 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah mulai menyiapkan arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Presiden Prabowo Subianto menegaskan APBN bukan sekadar dokumen fiskal, melainkan instrumen utama negara untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
APBN 2027 akan ditetapkan sebagai bentuk komitmen menerjemahkan amanat konstitusi ke dalam kebijakan konkret. APBN juga diharapkan menjadi jembatan antara target pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga:
Postur APBN 2027 yang disampaikan pemerintah adalah sebagai berikut:
- Pendapatan negara: 11,82-12,40 persen PDB
- Belanja negara: 13,62-14,80 persen PDB
- Defisit anggaran: 1,80-2,40 persen PDB
Asumsi dasar ekonomi makro 2027 meliputi:
Baca juga:
- Pertumbuhan ekonomi: 5,8-6,5 persen
- Inflasi: 1,5-3,5 persen
- Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5-7,3 persen
- Nilai tukar rupiah: Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP): USD70-USD95 per barel
Target pembangunan 2027 yang ditetapkan pemerintah antara lain:
- Tingkat kemiskinan: 6,0-6,5 persen
- Tingkat pengangguran terbuka: 4,30-4,87 persen
- Rasio gini: 0,362-0,367
- Indeks modal manusia: 0,575
- Indeks kesejahteraan petani: 0,8038
- Proporsi penciptaan lapangan kerja formal: 40,81 persen
Baca juga:


Komentar