Media Pendidikan – 21 Mei 2026 | Calvin Dores membuat geger jagat maya setelah postingannya yang ingin menjual mata demi kebutuhan hidup menjadi viral. Akhirnya, Calvin buka suara, menjelaskan bahwa unggahan ekstrem itu muncul karena tekanan ekonomi yang sangat berat. Ia mengaku sudah tiga bulan terakhir tidak memiliki pemasukan tetap, sementara harus memikirkan kebutuhan anak, istri, dan ibunya yang sedang sakit.
Calvin Dores curhat pilu, mengatakan dirinya bisa menahan lapar, namun terpukul saat anak-anaknya sampai tidak makan. Hidup sebagai pekerja lepas di dunia musik memang membuatnya seringkali dihadapkan pada kondisi finansial yang tidak stabil.
Ia sempat berpikir menjual mata seharga Rp 350 juta untuk dijadikan modal usaha, karena merasa sudah tidak punya aset lain. Alasan terbesarnya adalah demi anak dan ibunya. Kini, ia berharap masyarakat memahami bahwa aksinya bukan mencari sensasi, melainkan murni perjuangan seorang ayah yang ingin bangkit.
Tidak hanya itu, Tantri Syalindri, vokalis band KOTAK, akhirnya merilis debut solo yang sangat personal bertajuk “Ibu Pekerja”. Lagu ini menjadi ‘lagu curhat’ yang jujur dari Tantri mengenai perjuangan dan dilema seorang ibu yang harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan dirinya sendiri.
Tantri, yang biasanya energik di panggung, kini menghadirkan sisi yang lebih tenang dan emosional, berbicara tentang rasa bersalah dan kehilangan momen tumbuh kembang anak karena tuntutan pekerjaan. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Tantri mengaku sering dihantui komentar pedas dan pertanyaan, “Mau sampai kapan nyanyi? Kasihan anak-anaknya.”
Ia merasakan keresahan yang sama dengan banyak ibu pekerja lainnya, dan lagu ini menjadi bentuk ‘pelukan kecil’ untuk mereka. Ditulis bersama sang suami, Arda, “Ibu Pekerja” merayakan ketidaksempurnaan dan kekuatan para perempuan yang tetap berjuang menjalankan banyak peran.
Di luar itu, Netflix mengungkap sebuah tren menarik yang bikin bangga: lebih dari 90 persen anggota Netflix di Indonesia tercatat menonton konten lokal sepanjang tahun 2025! Data ini dari laporan terbaru mereka, The Netflix Effect, yang menunjukkan bagaimana minat masyarakat terhadap karya anak bangsa semakin meningkat, bahkan hingga go global.
Bahkan, ‘Gadis Kretek’ memicu ‘impact budaya’ dengan kembalinya tren kebaya janggan dan memunculkan parodi viral di media sosial. Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, menyebut bahwa ekspansi Netflix membuka peluang besar bagi kreator lokal untuk menjangkau audiens global, menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan bisnis setempat.


Komentar