Media Pendidikan – 16 Mei 2026 | Pemerintah Arab Saudi telah memperluas layanan haji digital melalui aplikasi Nusuk untuk jemaah dunia. Layanan itu kini dapat diakses langsung oleh jemaah dari 126 negara. Langkah digitalisasi ini dilakukan saat kedatangan jemaah haji dunia terus meningkat menjelang puncak ibadah tahunan.
Hingga pertengahan Mei 2026, lebih dari 860 ribu jemaah tiba di Arab Saudi. Sebanyak 35 ribu jemaah memasuki Arab Saudi melalui jalur udara internasional selama musim haji berlangsung. Sementara itu, 35 ribu jemaah lainnya datang melalui darat, dan empat ribu lainnya lewat laut.
Menteri Haji Saudi Tawfiq Al Rabiah mengatakan, digitalisasi mempercepat pelayanan jemaah lintas negara. Sistem layanan haji kini terhubung dengan lebih dari 60 lembaga pemerintah Saudi. "Sebagian besar layanan kini dapat diakses melalui Nusuk. Integrasi digital mempercepat proses pelayanan jemaah," ujar Al Rabiah.
Aplikasi Nusuk memungkinkan jemaah memesan layanan perjalanan dan akomodasi secara langsung sebelum keberangkatan. Kebijakan itu mengurangi ketergantungan terhadap proses manual penyelenggaraan haji. Arab Saudi juga menggandeng lebih dari 30 perusahaan penyedia layanan untuk mendukung sistem digital tersebut.
Sebanyak 240 ribu jemaah tercatat menggunakan Inisiatif Rute Makkah sebelum memasuki Arab Saudi. Program itu mempercepat pemeriksaan dokumen dan layanan imigrasi dari negara asal. Pemerintah Saudi turut menerapkan Program Haji Tanpa Bagasi di sejumlah bandara internasional utama. Barang bawaan jemaah langsung dikirim menuju negara asal setelah kepulangan.
Digitalisasi layanan haji juga didukung penguatan kerja sama bersama 78 negara mitra penyelenggara ibadah haji. Langkah itu dilakukan untuk menyamakan prosedur pelayanan jemaah dunia. Pembangunan infrastruktur kawasan suci meningkat hingga 100 persen dibandingkan musim haji sebelumnya. Proyek mencakup pendingin udara Padang Arafah dan perluasan fasilitas istirahat jemaah.


Komentar