Media Pendidikan – 16 Mei 2026 | Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diadakan MPR di Kalimantan Barat, Sabtu (9/5/2026), telah menimbulkan kontroversi terkait integritas dan etika. SMAN 1 Pontianak memilih untuk tidak bertanding ulang, mengingat kecurangan dewan juri yang telah merusak marwah kompetisi tersebut.
Penolakan SMAN 1 Pontianak bukanlah sebuah keputusasaan, melainkan sebuah pernyataan politik-etis yang mendalam bahwa kehormatan tidak dapat dinegosiasikan melalui sebuah seremoni ulangan yang dipaksakan. Mereka menyadari bahwa ketika sebuah sistem telah dikotori oleh kecurangan dewan juri, seluruh proses di bawah naungan sistem yang sama akan kehilangan legitimasi moralnya.
Penyelenggara harus berani melakukan langkah radikal berupa audit transparan terhadap seluruh proses penilaian dan memberikan sanksi etik yang berat bagi dewan juri yang terbukti melakukan manipulasi, demi mengembalikan kepercayaan institusional.
Indonesia membutuhkan sebuah pengakuan terbuka atas kesalahan sistemik ini, bukan sekadar solusi instan yang justru menambah beban mental bagi para siswa yang telah berjuang dengan jujur, tetapi dikhianati oleh sistem yang seharusnya melindungi mereka.


Komentar