Nasional
Beranda » Berita » Menyusuri Perjalanan Shenzhen dari Desa Nelayan Jadi Silicon Valley ala China

Menyusuri Perjalanan Shenzhen dari Desa Nelayan Jadi Silicon Valley ala China

Menyusuri Perjalanan Shenzhen dari Desa Nelayan Jadi Silicon Valley ala China
Menyusuri Perjalanan Shenzhen dari Desa Nelayan Jadi Silicon Valley ala China

Media Pendidikan – 15 Mei 2026 | Shenzhen, kota di Provinsi Guangdong, Cina, telah mengalami perubahan drastis dari desa nelayan kecil menjadi salah satu pusat teknologi terbesar di dunia. Perjalanan ini dimulai pada tahun 1978 ketika PDB Shenzhen hanya RMB 120,64 dan PDB per kapita RMB 134. Namun, setelah bergabung dengan World Trade Organization (WTO), Shenzhen berkembang pesat menjadi pusat manufaktur dan kemudian menjadi rumah bagi berbagai perusahaan raksasa Cina seperti Huawei, BYD, Tencent, dan Gree.

Kota ini kini memiliki PDB sebesar USD 3,87 triliun dengan PDB per kapita RMB 210.000. Shenzhen juga disiapkan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada November 2026 mendatang.

Baca juga:

Co-Founder dan Marketing Vice President EngineAI Robotics Technology Co, Evan Yao, mengungkapkan bahwa Shenzhen sangat mendukung perkembangan bisnis teknologi, terutama industri robot. Keunggulan utamanya adalah ekosistem yang terintegrasi mulai dari rantai pasok bahan baku, penelitian (R&D), hingga konsumen.

‘Alasan mengapa kami membangun perusahaan di sini adalah karena kami memiliki dukungan rantai pasokan yang sangat matang. Dari awal hingga apa pun yang Anda lihat saat ini, kami mungkin membutuhkan ratusan pemasok berbeda untuk membantu kami,’ jelasnya.

Baca juga:

Shenzhen juga dikenal sebagai pusat elektronik, dengan kawasan Huaqiangbei yang merupakan pusat distribusi komponen elektronik terbesar di Cina, bahkan se-Asia.

Para ahli mengatakan bahwa ekosistem di kawasan ini sangat mendukung bagi perkembangan industri teknologi dan menciptakan pasar yang sangat kuat. Pemerintah setempat juga memberikan subsidi atau insentif untuk mendukung perkembangan industri teknologi.

Baca juga:

Perjalanan Shenzhen dari desa nelayan kecil menjadi salah satu pusat teknologi terbesar di dunia merupakan contoh yang baik bagi negara-negara lain untuk mengembangkan industri teknologi mereka sendiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *