Media Pendidikan – 15 Mei 2026 | El Hadji Diouf, pemain sepakbola asal Senegal, pernah menjadi salah satu pemain termahal di dunia sepakbola. Namun, di balik kesuksesannya, Diouf memiliki masalah pribadi yang cukup pelik. Ia tidak mampu memberikan nafkah kepada anaknya sebesar Rp12 juta per bulan. Hal ini membuatnya berakhir di penjara.
Diouf pernah tampil gemilang di Piala Dunia 2002, membawa Senegal ke babak perempat final. Ia juga pernah bermain untuk beberapa klub besar seperti Liverpool dan Bolton Wanderers. Namun, setelah pensiun dari sepakbola, Diouf mengalami kesulitan keuangan.
“Saya tidak memiliki uang untuk memberikan nafkah kepada anak saya,” kata Diouf dalam sebuah wawancara. “Saya merasa sangat malu dan bersalah karena tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak saya.”
Diouf akhirnya dipenjara karena tidak mampu membayar nafkah anaknya. Ia harus menjalani hukuman selama beberapa bulan sebelum akhirnya dibebaskan. Kasus ini menjadi contoh bahwa kesuksesan di lapangan sepakbola tidak selalu berarti kesuksesan di kehidupan pribadi.


Komentar