Media Pendidikan – 14 Mei 2026 | RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong Bank Syariah Nasional (BSN) untuk mempercepat pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan rumah susun subsidi.
Pembahasan itu berlangsung dalam pertemuan Menteri PKP dengan Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah terus memperkuat sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor swasta untuk mempercepat realisasi program perumahan nasional secara tepat sasaran.
“Visi Presiden Prabowo adalah membangun rumah susun subsidi di perkotaan. Aturannya juga sedang dibuat dan saya ingin disosialisasikan dan digolkan dengan adanya partisipasi BSN,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait dalam keterangan tertulis.
BSN telah menyalurkan FLPP sebesar 16.523 unit rumah hingga April 2026 dan memiliki target realisasi FLPP sebesar 73.300 unit rumah pada tahun 2026.
Menteri PKP juga meminta BSN memperkuat dukungan terhadap pengembangan rumah susun subsidi dan KUR sektor perumahan.
“Untuk rumah tapak, BSN saya beri nilai 9, untuk rumah susun kalau bisa saya beri nilai 9 juga untuk tahun ini. BSN dapat merekrut orang-orang yang berkompeten, cepat, loyal dan efektif terhadap program rumah susun ini,” kata Menteri PKP Maruarar Sirait.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi, termasuk rumah susun kawasan perkotaan.


Komentar