Nasional
Beranda » Berita » Sahroni: Warga Harus Hindari Budaya Main Hakim Sendiri, Selesaikan Konflik Lewat Jalur Hukum

Sahroni: Warga Harus Hindari Budaya Main Hakim Sendiri, Selesaikan Konflik Lewat Jalur Hukum

Sahroni: Warga Harus Hindari Budaya Main Hakim Sendiri, Selesaikan Konflik Lewat Jalur Hukum
Sahroni: Warga Harus Hindari Budaya Main Hakim Sendiri, Selesaikan Konflik Lewat Jalur Hukum

Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Ahmad Sahroni, anggota DPR RI, menegaskan pentingnya menolak budaya main hakim sendiri dalam penyelesaian perselisihan. Pada sebuah pertemuan warga di Jakarta, ia mengingatkan bahwa tindakan mengambil hukum ke tangan sendiri serta kekerasan dapat menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.

Sahroni menekankan bahwa jalur hukum yang ada telah menyediakan mekanisme penyelesaian yang adil dan transparan. Ia mengajak warga untuk memanfaatkan lembaga peradilan, kepolisian, serta mediasi resmi sebagai alternatif utama dalam menyelesaikan konflik, baik yang bersifat pribadi maupun antar kelompok.

Baca juga:

Pentingnya Penegakan Hukum

Ia mencontohkan beberapa kasus yang pernah terjadi di berbagai daerah, di mana penyelesaian di luar proses peradilan berakhir dengan bentrokan dan kerugian yang lebih besar. Dengan mengandalkan proses hukum, pihak yang bersengketa dapat memperoleh putusan yang bersifat final dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain menegaskan pentingnya prosedur legal, Sahroni juga menyoroti peran edukasi publik. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban, serta prosedur pengajuan gugatan, dapat mengurangi kecenderungan mengambil tindakan unilateral. Pendidikan hukum yang lebih luas diharapkan dapat menumbuhkan budaya kepatuhan terhadap aturan.

Institusi peradilan, mulai dari Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung, memiliki wewenang untuk menilai bukti dan memberikan keputusan yang dapat dijalankan secara hukum. Dengan melibatkan lembaga tersebut, setiap pihak dapat memastikan bahwa hak mereka diakui serta memperoleh keadilan yang tidak memihak.

Baca juga:

Jika warga merasa dirugikan atau menjadi saksi konflik, mereka dianjurkan untuk melaporkan kepada kepolisian atau lembaga bantuan hukum terdekat. Proses pelaporan yang tepat akan memicu penyelidikan resmi, sehingga penyelesaian dapat dilakukan secara terstruktur tanpa menimbulkan eskalasi kekerasan.

Media massa juga memiliki tanggung jawab untuk tidak memicu sensasi dengan menonjolkan aksi main hakim sendiri. Dengan melaporkan fakta secara objektif, media dapat membantu meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menempuh jalur hukum.

Penutup, Sahroni mengajak semua pihak, termasuk tokoh agama, pemuka masyarakat, dan aparat keamanan, untuk bersinergi dalam menumbuhkan kesadaran bahwa penyelesaian konflik melalui jalur hukum adalah satu-satunya cara yang berkelanjutan. Dengan demikian, harapannya konflik dapat diminimalisir dan rasa aman tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga:

Secara keseluruhan, seruan Sahroni menegaskan kembali komitmen bangsa untuk menegakkan supremasi hukum. Diharapkan, melalui kerja sama semua elemen masyarakat, budaya main hakim sendiri dapat teredam, menjadikan Indonesia lebih aman dan berkeadilan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *