Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody, menyatakan target ambisius untuk percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Menurutnya, progres harian minimal dua persen harus tercapai untuk mempercepat akses pendidikan di daerah terpencil.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama tim pelaksana program Sekolah Rakyat pada Senin (7/5/2026). Dody menegaskan, “Kami berkomitmen mencapai progres minimal dua persen setiap hari, demi mempercepat penyediaan fasilitas belajar yang layak bagi anak‑anak di Sumbar.”
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah untuk membangun fasilitas pendidikan dasar di wilayah yang belum terjangkau jaringan sekolah formal. Fokusnya adalah pendirian bangunan kelas, ruang guru, serta infrastruktur pendukung seperti listrik dan sanitasi. Target harian 2% berarti setiap hari setidaknya dua persen dari total pekerjaan konstruksi harus selesai, baik itu pengerjaan struktur, pemasangan atap, maupun penyelesaian instalasi listrik.
Langkah Konkret untuk Mencapai Target
Untuk memastikan pencapaian target, tim pelaksana akan melakukan pemantauan harian melalui sistem pelaporan digital. Setiap sub‑kegiatan akan diukur dengan indikator jelas, seperti volume beton yang dicor, jumlah dinding yang selesai, atau tahap penyelesaian instalasi listrik. Selain itu, Dody menambahkan bahwa akan ada insentif bagi kontraktor yang berhasil melampaui target harian, sekaligus sanksi bagi yang tidak memenuhi standar.
Pengawasan juga akan melibatkan dinas pendidikan daerah serta perwakilan masyarakat setempat, sehingga transparansi proses pembangunan dapat terjaga. Keterlibatan warga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan melalui bantuan sukarela, terutama dalam hal persiapan lahan dan pengawasan kualitas material.
Jika target tercapai, dampak positifnya tidak hanya terbatas pada peningkatan infrastruktur fisik, melainkan juga pada peningkatan partisipasi anak‑anak usia sekolah dalam pendidikan formal. Dengan lebih banyak ruang belajar yang layak, harapan angka partisipasi pendidikan di Sumatera Barat dapat meningkat secara signifikan dalam jangka menengah.
Sejauh ini, Dody mengindikasikan bahwa progres awal sudah menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, meskipun detail persentase belum dipublikasikan. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memantau dan menyesuaikan strategi bila diperlukan, memastikan bahwa target 2% per hari bukan sekadar angka, melainkan langkah nyata menuju pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.


Komentar