Media Pendidikan – 07 Mei 2026 | Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) di Cimahi menjadi saksi aksi penghijauan kampus pada Jumat, 30 April 2026. Dalam rangka kick off Dies Natalis ke-36, Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama pihak universitas menanam 40 bibit pohon, menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan kampus sebagai pusat edukasi lingkungan berkelanjutan.
Acara dimulai dengan penanaman beragam spesies pohon, termasuk tabebuya yang dikenal memiliki akar kuat serta kulai dan beberapa jenis lain yang disesuaikan dengan kondisi tanah kampus. Penanaman ini tidak hanya simbolis, melainkan juga bagian dari program “Siap Sadar Lingkungan” (SIAP DARLING) yang diusung UNJANI untuk memperkuat ketahanan ekologis wilayah Cimahi dan Jawa Barat.
Alasan kampus dipilih sebagai mitra strategis
Direktur Komunikasi Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menjelaskan bahwa kampus memiliki posisi strategis sebagai ruang belajar sekaligus ruang aksi nyata. Ia menambahkan, “Kampus adalah tempat yang sangat efektif untuk menanamkan nilai tersebut, bukan hanya secara teori, tetapi juga praktik langsung,” sehingga mahasiswa dapat langsung terlibat dalam konservasi dan pelestarian alam.
Visi UNJANI dan harapan kolaborasi ke depan
Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan, Kerja sama, dan Alumni UNJANI, Dr. Sylvia Mustikasari, menegaskan bahwa kolaborasi ini selaras dengan visi universitas yang berwawasan lingkungan. “Visi UNJANI sudah memuat kata kunci berwawasan lingkungan. Jadi ketika bertemu dengan program dari Djarum Foundation, kami merasa sangat ‘matching’ karena sejalan dengan arah kebijakan universitas,” ujarnya.
Dr. Sylvia menambahkan bahwa penanaman pohon hanyalah langkah awal. Ia melihat peluang luas untuk menggabungkan kegiatan mahasiswa, penelitian bersama, hingga program pengabdian masyarakat yang melibatkan BLDF, sehingga manfaatnya dirasakan kedua belah pihak sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
Kolaborasi ini juga menegaskan bahwa perayaan Dies Natalis ke-36 tidak sekadar ritual seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen hijau kampus secara fisik, edukatif, dan sosial. Dengan penanaman 40 bibit dan rencana program lanjutan, UNJANI bertekad menjadi contoh kampus hijau yang dapat direplikasi oleh institusi pendidikan lain di Indonesia.
Ke depan, diharapkan UNJANI akan terus mengembangkan inisiatif hijau, termasuk monitor pertumbuhan pohon, integrasi kurikulum lingkungan, serta pelibatan alumni dalam proyek konservasi. Langkah ini diharapkan meningkatkan kesadaran ekologis generasi muda dan memperkuat posisi UNJANI sebagai pionir edukasi lingkungan di tingkat perguruan tinggi.


Komentar