Pendidikan
Beranda » Berita » Pengakuan Eks Murid Ungkap Dugaan Penyimpangan Kiai di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati

Pengakuan Eks Murid Ungkap Dugaan Penyimpangan Kiai di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati

Pengakuan Eks Murid Ungkap Dugaan Penyimpangan Kiai di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati
Pengakuan Eks Murid Ungkap Dugaan Penyimpangan Kiai di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati

Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Jakarta, 6 Mei 2026 – Seorang mantan santri Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, mengemukakan pengakuan yang menghebohkan tentang dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh Kiai berinisial AS, pimpinan pesantren tersebut. Pengakuan ini disampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif kepada redaksi Fajar.co.id, memicu penyelidikan kepolisian dan sorotan publik luas.

Kiai berinisial AS diketahui menjabat sebagai pimpinan Pondok Pesantren Ndolo Kusumo sejak tahun 2015. Pesantren ini dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional yang menampung ratusan santri dari berbagai daerah. Namun, sejak pengakuan tersebut muncul, para orang tua santri dan masyarakat sekitar menuntut klarifikasi resmi dan tindakan tegas.

Baca juga:

Polisi setempat telah membuka penyelidikan awal pada tanggal 5 Mei 2026. Tim penyidik mencatat laporan dari beberapa korban yang menyatakan adanya penyalahgunaan wewenang dan tindakan tidak senonoh. “Kami akan mengusut tuntas setiap laporan yang masuk, baik yang bersifat verbal maupun tertulis,” kata juru bicara kepolisian Kabupaten Pati.

Pihak Pondok Pesantren Ndolo Kusumo melalui juru bicara resmi belum memberikan pernyataan komprehensif. Namun, dalam pernyataan singkat, mereka menyatakan akan mendukung proses hukum dan menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan serta keamanan santri.

Baca juga:

Kasus ini menambah daftar kontroversi yang melibatkan pimpinan pesantren di Indonesia, menyoroti pentingnya mekanisme pengawasan internal dan eksternal di lembaga keagamaan. Organisasi masyarakat sipil menilai bahwa regulasi saat ini belum cukup kuat untuk melindungi korban potensial.

Para ahli menyarankan agar pemerintah memperkuat standar akreditasi pesantren serta memperketat prosedur pelaporan penyimpangan. “Pengawasan yang transparan dan mekanisme pelaporan yang aman adalah kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” ujar Dr. Ahmad Rizal, dosen Sosiologi Agama di Universitas Negeri Yogyakarta.

Baca juga:

Sementara itu, komunitas santri di Ndolo Kusumo kini berada dalam kondisi tegang. Beberapa santri memilih untuk melanjutkan pendidikan di luar pesantren, sementara yang lain menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan keamanan lingkungan belajar mereka.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil penyelidikan kepolisian dan keputusan internal pesantren. Masyarakat luas menanti transparansi dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *