Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Jakarta, 4 Mei 2026 – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sedang menyelidiki penyebab mati dua ekor Gajah Sumatra yang ditemukan pada 29 April 2026 di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kedua satwa, satu dewasa dan satu anak, ditemukan berdekatan di zona transisi habitat yang berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Setelah menerima laporan masyarakat, tim BKSDA Bengkulu bersama dokter hewan segera dikerahkan ke lokasi. Pemeriksaan awal menunjukkan gading kedua gajah masih utuh, sehingga belum ada indikasi perburuan. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, menegaskan, “Sampai dengan saat ini belum dapat disimpulkan adanya indikasi perburuan. Namun demikian, penyebab kematian masih belum dapat dipastikan dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.”
Sejak 1 Mei 2026, tim gabungan yang meliputi BKSDA, Gakkum Kehutanan Sumatera, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, serta pihak kepolisian telah melakukan prosedur nekropsi di lapangan sesuai standar penanganan satwa liar dilindungi. Hasil nekropsi akan dianalisis di laboratorium untuk mengidentifikasi faktor-faktor biologis atau lingkungan yang berkontribusi.
Tim juga menyiapkan data pendukung, termasuk lokasi koordinat titik temuan (sekitar 5,4 km timur pusat desa Sitiung), serta catatan suhu dan kelembapan pada hari kejadian yang tercatat 28 °C dengan kelembaban 78 %. Semua informasi akan dimasukkan ke dalam basis data konservasi nasional untuk membantu pencegahan insiden serupa.
Kemenhut menegaskan komitmen untuk menindak tegas bila ditemukan pelanggaran hukum. “Jika ditemukan indikasi pelanggaran, kami akan mengambil langkah hukum yang tegas,” ujar Ristianto. Sementara itu, kementerian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan memberi ruang bagi tim investigasi menyelesaikan proses secara menyeluruh.
Kasus ini menambah tekanan pada upaya perlindungan Gajah Sumatra, yang termasuk satwa dilindungi dan terancam punah. Kemenhut berjanji akan memperkuat kolaborasi lintas lembaga serta meningkatkan pemantauan habitat guna memastikan kelangsungan populasi gajah di wilayah Sumatra.


Komentar