Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Jakarta, 4 Mei 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan 13,55 persen pada kedatangan wisatawan China ke Indonesia pada bulan Maret 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jumlah wisatawan tercatat mencapai 95.945 orang, naik signifikan dari 84.497 orang pada Maret 2025.
Data tersebut dirilis pada Senin oleh BPS melalui pernyataan resmi yang disampaikan Ateng Hartono, Deputi Distribusi dan Statistik Layanan. Ia menjelaskan bahwa lonjakan ini menandakan pemulihan kuat sektor pariwisata pasca pandemi, meskipun angka kedatangan masih berada di bawah puncak tahun-tahun sebelumnya.
“Kenaikan ini menunjukkan kepercayaan wisatawan China kembali ke Indonesia, terutama untuk destinasi budaya dan alam yang selama ini menjadi daya tarik utama,” ujar Ateng Hartono dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki fasilitas dan prosedur masuk bagi pelancong asing demi mempertahankan tren positif ini.
Namun, tren kenaikan tidak bersifat linear. Pada Februari 2026, jumlah wisatawan China mencatat penurunan tajam menjadi 150.822 orang, dipengaruhi oleh libur Tahun Baru Imlek di China yang memusatkan mobilitas domestik. Penurunan tersebut kembali naik pada Maret, seiring dengan berakhirnya libur panjang di China dan pembukaan kembali jalur penerbangan reguler.
Secara geografis, provinsi-provinsi tujuan utama wisatawan China tetap meliputi Bali, Yogyakarta, dan Jakarta. Data BPS menunjukkan bahwa Bali menyumbang hampir setengah total kedatangan, sementara Yogyakarta dan Jakarta masing-masing menarik sekitar 15 persen. Peningkatan kunjungan ke daerah-daerah tersebut berdampak pada pertumbuhan pendapatan sektor perhotelan, restoran, dan transportasi lokal.
Para pelaku industri pariwisata menyambut baik data ini. Salah satu pemilik hotel di Bali, Iwan Setiawan, menyatakan, “Kami melihat peningkatan reservasi langsung dari agen perjalanan China sejak awal tahun, dan angka ini memberi harapan bagi pemulihan penuh industri kami.”
Meski data menunjukkan pertumbuhan, BPS mengingatkan bahwa angka kunjungan masih jauh di bawah puncak sebelum COVID-19, ketika wisatawan China mencatat lebih dari 300.000 kunjungan per bulan. Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan 20 persen dalam total kunjungan wisatawan asing pada tahun 2026, dengan China tetap menjadi pasar prioritas.
Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Pariwisata berencana meluncurkan program promosi digital khusus pasar China, memperluas kerja sama dengan maskapai penerbangan, dan meningkatkan layanan visa elektronik. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.


Komentar