Media Pendidikan – 05 Mei 2026 | Kurang dari dua puluh mahasiswa menggelar aksi protes dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di pusat kota Makassar pada Senin sore, dan aksi tersebut berlangsung hingga menjelang maghrib. Demonstrasi ini menimbulkan kemarahan di antara pengguna jalan yang terpaksa terhenti karena alur lalu lintas terganggu.
Kelompok mahasiswa yang berjumlah kurang dari 20 orang menuntut perbaikan fasilitas belajar serta kebijakan yang lebih mendukung kualitas pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan. “Kami hanya ingin menuntut perbaikan fasilitas belajar yang sudah lama diabaikan,” ujar salah satu mahasiswa yang ikut aksi, menegaskan tujuan utama demonstrasi tersebut.
Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berpusat di sekitar kawasan komersial utama Makassar, menyusuri jalur utama yang biasa menjadi arteria utama kota. Meskipun polisi mengizinkan berlangsungnya aksi dengan syarat tidak mengganggu keamanan umum, arus kendaraan tetap terhenti, memicu keluhan keras dari pengendara yang terpaksa menunggu lama.
Pengguna jalan melaporkan terjadinya kemacetan panjang hingga lebih dari satu jam, dengan ribuan kendaraan terpaksa menunggu giliran melanjutkan perjalanan. Seorang pengendara motor menambahkan, “Kami sudah menunggu lama, kondisi jalan jadi sangat tidak nyaman, dan kami berharap aksi ini dapat segera selesai.”
Pihak kepolisian Kota Makassar mengingatkan agar aksi tetap damai dan tidak menimbulkan kerusakan properti. Sementara itu, perwakilan universitas tempat mahasiswa tersebut belajar menyatakan bahwa pihaknya akan meninjau kembali tuntutan mahasiswa dan berkomitmen mencari solusi bersama.
Demonstrasi akhirnya berakhir tak lama setelah maghrib, tanpa insiden kekerasan maupun penangkapan. Meskipun demikian, kejadian ini menjadi sorotan publik tentang bagaimana hak berunjuk rasa dapat berimbas pada mobilitas warga, serta menegaskan pentingnya dialog terbuka antara pihak pendidikan dan masyarakat luas.


Komentar