Media Pendidikan – 04 Mei 2026 | Palembang – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (GAPASDAP) menyerukan pemerintah untuk segera meninjau dan menyesuaikan tarif penyeberangan. Langkah ini dianggap krusial setelah asosiasi melaporkan lonjakan biaya operasional yang signifikan, dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah serta harga minyak dunia yang terus menguat.
Latar Belakang dan Permintaan GAPASDAP
Dalam sebuah pernyataan resmi, GAPASDAP menegaskan bahwa industri angkutan penyebrangan nasional kini berada di titik kritis. “Industri angkutan penyebrangan nasional kini berada di titik kritis,” ujar juru bicara asosiasi, menyoroti tekanan finansial yang dihadapi operator kapal penyeberangan di seluruh Indonesia.
GAPASDAP menekankan bahwa tarif penyeberangan yang tidak disesuaikan dapat berujung pada penurunan layanan, penurunan frekuensi kapal, bahkan potensi penutupan rute yang kurang menguntungkan. Hal ini berpotensi mengganggu mobilitas warga, terutama di wilayah-wilayah kepulauan dan daerah yang sangat bergantung pada jasa penyebrangan untuk transportasi harian, perdagangan, serta distribusi barang.
Asosiasi juga menyoroti bahwa tarif yang stagnan tidak mencerminkan realitas biaya operasional saat ini. “Kami mendesak pemerintah untuk melakukan penyesuaian tarif penyebrangan yang realistis, guna memastikan kelangsungan layanan dan kesejahteraan para pengusaha serta pekerja di sektor ini,” tegas pernyataan GAPASDAP.
Dalam upaya mencari solusi, GAPASDAP mengusulkan dialog intensif antara pemerintah, regulator transportasi, dan para pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya adalah menetapkan mekanisme penyesuaian tarif yang transparan, adil, dan berkelanjutan, sekaligus mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat.
Selain itu, GAPASDAP mengajak pemerintah untuk meninjau kebijakan subsidi bahan bakar bagi armada penyeberangan, yang dapat meringankan beban operasional sekaligus menstabilkan tarif bagi penumpang. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan kepentingan publik.
Para pengusaha penyebrangan juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur, seperti perbaikan dermaga dan fasilitas pendukung lainnya, yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya tambahan.
Dengan menyesuaikan tarif secara tepat, diharapkan layanan penyebrangan tetap dapat beroperasi optimal, menjaga konektivitas antar wilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
GAPASDAP menutup pernyataannya dengan harapan pemerintah akan segera menanggapi seruan ini, mengingat urgensi situasi dan dampak luas yang dapat timbul jika tidak ada penyesuaian kebijakan tarif.


Komentar