Nasional
Beranda » Berita » Prabowo Minta Kampus Dukung Gerakan ASRI, Brian Yuliarto Siapkan Tim Penelitian untuk Pemda

Prabowo Minta Kampus Dukung Gerakan ASRI, Brian Yuliarto Siapkan Tim Penelitian untuk Pemda

Prabowo Minta Kampus Dukung Gerakan ASRI, Brian Yuliarto Siapkan Tim Penelitian untuk Pemda
Prabowo Minta Kampus Dukung Gerakan ASRI, Brian Yuliarto Siapkan Tim Penelitian untuk Pemda

Media Pendidikan – 04 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, agar perguruan tinggi berperan sebagai mitra pemerintah daerah (Pemda) dalam pelaksanaan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Arahan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa, 3 Februari 2026, dan kemudian ditekankan dalam pertemuan terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.

Dalam paparan kepada Komisi X, Brian menegaskan bahwa Presiden meminta laporan terperinci mengenai kontribusi kampus dalam gerakan nasional tersebut. Ia menyatakan, “Bapak Presiden telah memberikan petunjuk dan arahan beberapa waktu lalu bahwa kampus‑kampus, terutama bidang‑bidang yang relevan dengan kebutuhan daerah, misalnya penanganan sampah, kerapian, terkait dengan program ASRI Bapak Presiden, bagaimana pemda‑pemda itu bisa dibantu, di‑back up oleh kampus‑kampus, peneliti, guru‑guru besar.”

Baca juga:

Bidang keilmuan yang diharapkan dapat memberikan dukungan konkret meliputi arsitektur untuk tata kota, teknik lingkungan untuk pengelolaan limbah, serta teknik mesin yang dapat mengoptimalkan proses daur ulang. Brian menambahkan, “Jadi, Bapak Presiden tadi menanyakan perkembangan itu. Jadi diharapkan setiap daerah, provinsi maupun kota, kabupaten, itu kampus memiliki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya, membantu menyelesaikan permasalahan‑permasalahan itu.”

Untuk mewujudkan skema tersebut, Mendiktisaintek akan menghubungi sejumlah universitas terkemuka, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim yang dibentuk di masing‑masing kampus akan menyusun masukan, rekomendasi, serta program penelitian yang relevan dengan kebutuhan lokal. “Ini sesuai juga, sejalan dengan program kami, Kemendiktisaintek Berdampak. Jadi, bagaimana penelitian, pengajaran yang ada di kampus itu relevan dengan kebutuhan yang ada di daerahnya masing‑masing. Tadi, Bapak Presiden minta lebih terstruktur lagi supaya seluruh kampus bisa berperan,” kata Brian.

Baca juga:

Langkah Konkret dan Jadwal Implementasi

Rencana aksi mencakup tiga fase utama: (1) identifikasi kebutuhan spesifik tiap Pemda melalui survei lapangan; (2) pembentukan tim lintas disiplin di kampus‑kampus terpilih; dan (3) penyerahan laporan rekomendasi kepada kepala daerah dalam jangka waktu enam bulan. Sebagai contoh, ITB akan mengirim tim teknik lingkungan ke Provinsi Jawa Barat untuk merancang sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi bio‑reaktor, sementara UI akan menyiapkan pakar arsitektur bagi Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan ruang publik yang ramah lingkungan.

Brian menegaskan bahwa koordinasi akan dipantau secara berkala oleh Kementerian. Ia menambahkan, “Setiap tim kampus akan memiliki indikator kinerja yang terukur, sehingga kami dapat mengevaluasi dampak nyata terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan di masing‑masing daerah.”

Baca juga:

Pengumuman ini muncul menjelang pelantikan sejumlah pejabat negara di Istana Negara pada 27 April 2026, menandai momentum politik yang kuat untuk memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah. Dengan melibatkan lebih dari 150 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, diharapkan Gerakan ASRI tidak hanya menjadi slogan, melainkan program berkelanjutan yang didukung riset ilmiah dan inovasi teknologi.

Jika implementasi berjalan lancar, keberhasilan model kemitraan kampus‑Pemda ini dapat menjadi contoh bagi program serupa di sektor lain, memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pembangunan nasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *