Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Dalam acara ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat pada 19 April 2026, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa Indonesia mampu menjaga pasokan pupuk meski tekanan geopolitik mengganggu rantai pasok global.
Hashim menilai bahwa banyak negara mengalami gangguan distribusi pupuk, namun posisi Indonesia relatif lebih aman. Ia memandang kesiapan PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai faktor utama yang memastikan produksi dan distribusi tetap berjalan lancar.
“Indonesia berada dalam posisi relatif aman karena kerja keras dan persiapan PT Pupuk Indonesia,” ujar Hashim dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa sejumlah negara telah mengajukan permintaan khusus untuk pupuk urea. Australia, misalnya, berencana mengimpor sekitar 250 ribu ton urea, sementara India membutuhkan hingga 500 ribu ton. Permintaan serupa juga datang dari beberapa negara tetangga di kawasan Asia‑Pasifik.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menekankan peran strategis perusahaan sebagai penyangga pasokan pupuk regional. Ia menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah, termasuk Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian diperbarui menjadi Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, memberikan landasan hukum untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani.
“Tanpa pupuk, produktivitas pertanian tidak dapat dijaga,” kata Rahmad. Ia menegaskan bahwa strategi kebijakan berfokus pada prinsip 7 Tepat, yang mencakup ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, distribusi tepat waktu, serta dukungan finansial bagi petani.
Data terbaru menunjukkan bahwa PT Pupuk Indonesia mengoperasikan pabrik-pabrik utama di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi, dengan total kapasitas produksi urea mencapai lebih dari 3 juta ton per tahun. Dengan permintaan ekspor yang meningkat, potensi pendapatan dari pasar Australia dan India diperkirakan dapat menambah devisa nasional hingga ratusan miliar rupiah.
Keberlanjutan pasokan pupuk ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan domestik, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok regional. Jika tren permintaan tetap berlanjut, diperkirakan Indonesia akan memperluas portofolio produk pupuk, termasuk NPK dan pupuk mikro, untuk memenuhi kebutuhan beragam pasar internasional.
Secara keseluruhan, pernyataan Hashim dan Rahmad menegaskan bahwa kebijakan pemerintah yang konsisten, dukungan industri, dan permintaan luar negeri yang kuat menjadikan pasokan pupuk Indonesia tetap stabil di tengah gejolak global, sekaligus membuka peluang ekspor yang signifikan ke depan.


Komentar