Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Ilmuwan Korea Selatan Ciptakan Material Isolasi Bangunan Berbasis Ampas Kopi yang Ramah Lingkungan

Ilmuwan Korea Selatan Ciptakan Material Isolasi Bangunan Berbasis Ampas Kopi yang Ramah Lingkungan

Ilmuwan Korea Selatan Ciptakan Material Isolasi Bangunan Berbasis Ampas Kopi yang Ramah Lingkungan
Ilmuwan Korea Selatan Ciptakan Material Isolasi Bangunan Berbasis Ampas Kopi yang Ramah Lingkungan

Media Pendidikan – 03 Mei 2026 | Tim peneliti dari Jeonbuk National University (JBNU) di Korea Selatan berhasil mengubah limbah ampas kopi menjadi material isolasi termal yang dapat bersaing dengan produk komersial. Material baru ini menunjukkan konduktivitas termal sekitar 0,04 watt per meter per Kelvin, menandakan kemampuan isolasi yang sangat baik sekaligus menggunakan sumber terbarukan.

Latar Belakang Limbah Kopi Global

Setiap hari manusia mengonsumsi sekitar 2,25 miliar cangkir kopi, menghasilkan volume ampas kopi yang sangat besar. Sebagian besar ampas tersebut berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Menyadari potensi tersembunyi dari limbah ini, para ilmuwan mulai mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk memanfaatkan ampas kopi, termasuk pencampuran ke beton atau penggunaan sebagai penyerap herbisida.

Baca juga:

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Biochar menitikberatkan pada pemanfaatan ampas kopi sebagai bahan isolasi termal. Proses dimulai dengan pengeringan ampas kopi dalam oven pada suhu 80°C selama seminggu, kemudian dipanaskan pada suhu lebih tinggi untuk menghasilkan biochar—bahan kaya karbon. Biochar selanjutnya diolah dengan pelarut ramah lingkungan seperti air, etanol, dan propilen glikol, serta dicampur dengan etil selulosa, sebuah polimer alami. Campuran bubuk ini dipadatkan dan dipanaskan lagi hingga membentuk komposit isolasi.

Hasil Pengujian dan Perbandingan dengan Produk Komersial

Material berbasis ampas kopi menunjukkan konduktivitas termal sekitar 0,04 W/mK, berada di bawah ambang 0,07 W/mK yang biasanya menandakan sebuah isolator. Pada uji laboratorium, panel isolasi ini diletakkan di bawah panel surya dan suhu ruang di bawahnya diukur. Hasilnya, suhu ruang tetap lebih rendah dibandingkan tanpa isolasi dan setara dengan performa expanded polystyrene, salah satu isolator komersial terkemuka.

Baca juga:

Namun, berbeda dengan polystyrene yang bersumber dari bahan bakar fosil dan sulit terurai, material ini terbuat dari sumber terbarukan dan dapat terdegradasi secara alami. Uji biodegradabilitas menunjukkan bahwa material kehilangan lebih dari 10 % beratnya dalam tiga minggu, sedangkan polystyrene hampir tidak berubah dalam periode yang sama.

Dampak Lingkungan dan Prospek Ekonomi Sirkular

“Limbah kopi diproduksi dalam jumlah sangat besar di seluruh dunia, tetapi sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau dibakar,” kata Seong Yun Kim, insinyur material JBNU. Penelitian ini menegaskan bahwa ampas kopi yang melimpah dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi dengan jejak karbon yang jauh lebih rendah. Selain mengurangi beban sampah, penggunaan material ini dapat membuka peluang baru bagi industri konstruksi yang semakin mengutamakan keberlanjutan.

Baca juga:

Para peneliti memperkirakan material ini dapat diaplikasikan pada dinding, atap, maupun sistem panel surya untuk menjaga suhu interior tetap sejuk. Dengan sifat biodegradable dan kemampuan isolasi yang kompetitif, material berbasis ampas kopi berpotensi menjadi alternatif utama dalam pembangunan hijau di masa mendatang.

Keberhasilan JBNU menandai langkah penting menuju ekonomi sirkular, di mana limbah menjadi sumber daya strategis untuk inovasi material.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *