Media Pendidikan – 02 Mei 2026 | Vancouver, Kanada – Pada Kongres FIFA yang digelar pada Kamis, 30 April 2026, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa tim nasional Iran akan tetap berkompetisi dalam Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan sepenuhnya di Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah delegasi Iran sempat mengalami penolakan masuk ke Kanada pada hari sebelumnya.
Infantino menekankan pentingnya persatuan lewat sepak bola. Ia berkata, “Tentu saja Iran akan berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia 2026 dan akan bermain di Amerika Serikat. Alasannya sederhana, karena kita harus bersatu dan menyatukan orang‑orang, itu tanggung jawab saya.”
Penolakan imigrasi yang menimpa dua delegasi Iran dipicu oleh kebijakan imigrasi Kanada, meski satu anggota delegasi berhasil masuk. Kedua delegasi memilih tidak hadir di Kongres setelah salah satu anggota mereka ditolak. FIFA tetap meminta kehadiran Iran, namun catatan resmi menunjukkan tidak ada perwakilan Iran yang hadir pada forum tersebut.
Infantino menambahkan bahwa tidak ada asosiasi yang akan didiskors atau dikeluarkan, dan keputusan FIFA tetap mendukung partisipasi Iran tanpa perubahan status. Ia juga menolak opsi pemindahan laga Iran ke Meksiko atau Kanada, serta menolak gagasan mengganti tim Iran dengan tim lain.
Jadwal grup Iran telah ditetapkan. Tim akan membuka pertandingan Grup G melawan Selandia Baru pada 16 Juni 2026 di Stadion SoFi, Inglewood, California. Pertandingan berikutnya melawan Belgia dijadwalkan pada 22 Juni 2026 di Los Angeles, sementara laga melawan Mesir akan berlangsung pada 27 Juni 2026 di Seattle. Seluruh tiga pertandingan fase grup Iran akan digelar di wilayah Amerika Serikat.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dukungannya terhadap keputusan FIFA, asalkan telah disetujui oleh badan sepak bola internasional. Trump juga mengingatkan akan pentingnya keamanan mengingat konflik yang sedang berlangsung di wilayah Timur Tengah.
Kongres Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Selasa, 28 April 2026, tidak membahas isu keikutsertaan Iran secara khusus, sehingga pernyataan Infantino menjadi sorotan utama dalam diskusi internasional mengenai kelangsungan partisipasi tim tersebut.
Dengan konfirmasi resmi dari pimpinan FIFA, Iran kini dapat memfokuskan persiapan timnya tanpa khawatir akan perubahan lokasi atau pemblokiran partisipasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan sepak bola di antara negara‑negara peserta dan menegaskan bahwa politik tidak menghalangi kompetisi sport.
Keputusan ini juga menegaskan komitmen FIFA untuk menjaga integritas turnamen terbesar dunia, memastikan semua tim yang telah lolos melalui kualifikasi memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di panggung global.


Komentar