Media Pendidikan – 02 Mei 2026 | Beijing, 1 Mei 2026 – Pada Jumat pertama libur lima hari Hari Buruh, ribuan warga China serta wisatawan mancanegara memadati Kota Terlarang, ikon sejarah yang kini berfungsi sebagai museum terbuka. Pemerintah China mengumumkan cuti nasional selama lima hari, memicu lonjakan perjalanan domestik ke destinasi unggulan, termasuk kompleks istana megah yang terletak di jantung ibu kota.
Kota Terlarang, yang dibangun sejak awal Dinasti Ming, mencakup area lebih dari 720.000 meter persegi dan menyimpan lebih dari 8.700 ruangan. Dahulu akses ke kawasan ini sangat terbatas, hanya diperbolehkan bagi kalangan istana, pejabat tinggi, dan mereka yang memiliki izin khusus. Sekarang, gerbangnya terbuka lebar bagi publik, menjadikannya salah satu atraksi wisata paling populer di dunia.
Pengunjung terlihat berfoto sambil mengibarkan bendera nasional Tiongkok, menandakan kebanggaan mereka terhadap warisan budaya sekaligus merayakan hari libur. Seorang turis asal Jakarta mengungkapkan kegembiraannya, \”Saya sangat terkesan dengan keindahan dan sejarah tempat ini, terasa seperti melangkah ke dalam lembaran buku sejarah yang hidup.\”
Data dari otoritas pariwisata Beijing menunjukkan bahwa selama lima hari libur, kunjungan ke Kota Terlarang meningkat sekitar 35 % dibandingkan dengan periode normal. Antrean panjang terbentuk di gerbang utama, namun staf museum memastikan alur masuk tetap tertib dengan sistem tiket daring dan pembatasan kapasitas per jam.
Selain menampilkan istana megah, kompleks ini menyimpan koleksi seni, kaligrafi, dan artefak kerajaan yang meliputi hampir lima abad. Pengunjung dapat menjelajahi Hall of Supreme Harmony, Hall of Central Harmony, serta Pavilion of Literary Glory, masing‑masing menyimpan cerita politik dan budaya dinasti yang pernah berkuasa.
Kondisi cuaca pada hari itu cerah, memungkinkan para wisatawan menikmati pemandangan taman kuno yang mengelilingi tembok merah. Beberapa foto yang beredar di media sosial menampilkan siluet menara penjaga dan lengkungan merah yang ikonik, menambah daya tarik visual Kota Terlarang pada momentum perayaan.
Pemerintah China menegaskan bahwa libur Hari Buruh tidak hanya dimaksudkan untuk istirahat, namun juga untuk memacu konsumsi domestik dan memperkuat rasa kebangsaan. Dengan mengarahkan ribuan orang ke situs warisan budaya, diharapkan kunjungan ini dapat meningkatkan kesadaran sejarah sekaligus menyumbang pada sektor pariwisata yang pulih pasca‑pandemi.
Ke depan, otoritas berencana memperluas jam operasional museum selama periode liburan panjang, serta menambah program edukasi interaktif bagi pelajar. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pelestarian situs bersejarah dan permintaan wisata yang terus meningkat.


Komentar