Media Pendidikan – 30 April 2026 | Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan energi milik negara, mengumumkan langkah strategisnya untuk memperkuat aspek sosial ESG dengan memperluas partisipasi perwira pelaut perempuan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan inklusivitas sumber daya manusia (SDM) maritim, sekaligus menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan sosial.
Strategi dan Tujuan
Program ini diluncurkan pada awal tahun 2023 dan menargetkan penambahan 10% perwira pelaut perempuan dalam tiga tahun ke depan. Menurut juru bicara Pertamina Patra Niaga, “peran strategis para perwira pelaut perempuan” menjadi kunci dalam menguatkan SDM maritim yang inklusif. Fokus utama adalah memberikan kesempatan pelatihan khusus, jalur karier yang jelas, serta lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan gender.
Kantor pusat Pertamina Patra Niaga di Jakarta menjadi pusat koordinasi program, yang melibatkan kolaborasi dengan lembaga pendidikan pelayaran dan asosiasi perempuan maritim. Seluruh proses rekrutmen dan penempatan dijalankan dengan standar transparansi tinggi, selaras dengan prinsip ESG yang menekankan tata kelola yang adil dan bertanggung jawab.
Implementasi di Lapangan
Sejak peluncuran, lebih dari 150 perwira pelaut perempuan telah mengikuti rangkaian pelatihan teknis dan kepemimpinan. Mereka ditempatkan di berbagai armada kapal tanker dan kargo milik Pertamina Patra Niaga, yang beroperasi di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Balikpapan, dan Makassar. Data internal menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam posisi perwira naik dari 12% pada tahun 2022 menjadi 22% pada akhir 2023.
“Kami berkomitmen memperkuat inklusivitas di sektor maritim,” ujar Direktur Human Capital Pertamina Patra Niaga dalam rapat internal. “Keberagaman tidak hanya meningkatkan kinerja operasional, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial yang kami junjung tinggi dalam kerangka ESG.”
Dampak terhadap ESG Sosial
Langkah ini memberikan dampak ganda: selain meningkatkan representasi gender, program tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi perempuan di daerah pesisir, yang selama ini kurang terjangkau oleh industri maritim. Dengan menambah jumlah pelaut perempuan, perusahaan berharap dapat menurunkan tingkat turnover karyawan hingga 15% dan meningkatkan kepuasan kerja secara keseluruhan.
Pengukuran keberhasilan dilakukan melalui indikator ESG yang meliputi persentase partisipasi perempuan, tingkat retensi, serta umpan balik dari survei kepuasan karyawan. Hasil sementara menunjukkan peningkatan skor ESG sosial Pertamina Patna Niaga sebesar 8 poin pada indeks tahunan yang dirilis oleh lembaga independen.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga berencana memperluas program ke seluruh anak perusahaan energi, dengan target peningkatan partisipasi perempuan menjadi 30% pada tahun 2025. Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi industri maritim Indonesia dalam mengintegrasikan nilai keberlanjutan sosial ke dalam strategi bisnis jangka panjang.


Komentar