Media Pendidikan – 30 April 2026 | Jakarta, 29 April 2026 – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa seni ukir Jepara memiliki nilai sejarah yang panjang dan berpotensi kuat untuk diakui sebagai warisan budaya dunia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peresmian Pameran Tatah: Seni Ukir Jepara 2026 yang diadakan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.
Fadli Zon menuturkan bahwa pemerintah sejak tahun 2025 telah memberikan apresiasi resmi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara atas pengakuan seni ukir tersebut sebagai warisan budaya berbasis teknologi tradisional. “Saya yakin seni ukir Jepara dapat menjadi representasi ekspresi budaya kita di tengah peradaban modern, karena tradisinya yang telah ada sejak abad ke-15 atau ke-16,” ujarnya kepada wartawan.
Pemerintah berharap melalui upaya pengajuan ke UNESCO dengan skema Safeguarding, seni ukir Jepara dapat masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTB) UNESCO. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menekankan peran generasi muda dalam melestarikan dan mengembangkan seni tersebut, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Kami sebagai generasi muda ingin berpartisipasi untuk meningkatkan seni ukir di Kabupaten Jepara hingga ke tingkat global,” katanya.
Pameran Tatah 2026 menampilkan lebih dari 150 karya ukir, mulai dari perabotan tradisional hingga instalasi kontemporer yang menggabungkan teknologi digital. Data internal Kementerian Kebudayaan mencatat peningkatan kunjungan museum sebesar 23% pada minggu pertama pameran, menunjukkan antusiasme publik terhadap warisan seni ini.
Selain apresiasi pemerintah, dukungan sektor swasta juga muncul. Beberapa perusahaan lokal berkomitmen menyediakan pelatihan bagi pemuda Jepara, sehingga proses pembelajaran teknik ukir dapat terserap secara sistematis. Upaya kolaboratif ini diharapkan memperkuat posisi Jepara sebagai pusat seni ukir di Asia Tenggara.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan berencana menyelenggarakan program pertukaran budaya dengan negara-negara ASEAN untuk mempromosikan seni ukir Jepara di pameran internasional. Jika berhasil, langkah tersebut dapat menjadi batu loncatan bagi pengakuan UNESCO dan membuka peluang ekspor produk kreatif berbasis warisan budaya.
Secara keseluruhan, pernyataan Fadli Zon dan langkah konkret pemerintah menegaskan komitmen Indonesia dalam melestarikan dan mempromosikan seni ukir Jepara sebagai simbol kebanggaan nasional yang berpotensi masuk daftar warisan dunia.


Komentar