Internasional
Beranda » Berita » Waka MPR Perkuat Diplomasi Infrastruktur dengan MOLIT Korea Selatan

Waka MPR Perkuat Diplomasi Infrastruktur dengan MOLIT Korea Selatan

Waka MPR Perkuat Diplomasi Infrastruktur dengan MOLIT Korea Selatan
Waka MPR Perkuat Diplomasi Infrastruktur dengan MOLIT Korea Selatan

Media Pendidikan – 29 April 2026 | Seoul, Korea Selatan – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) memimpin delegasi yang terdiri atas anggota MPR, DPR, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan dalam pertemuan diplomasi kebangsaan bersama jajaran pimpinan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea Selatan. Pertemuan tersebut menandai upaya strategis memperkuat kerja sama di bidang infrastruktur antara kedua negara.

Pertemuan berlangsung di gedung utama MOLIT, Seoul, dengan agenda utama membahas peluang kolaborasi dalam proyek transportasi, pembangunan jalan raya, serta teknologi konstruksi yang dapat mengoptimalkan konektivitas regional. Edhie Baskoro Yudhoyono menekankan pentingnya “diplomasi kebangsaan” sebagai landasan untuk menggalang dukungan lintas sektoral dalam merealisasikan proyek‑proyek infrastruktur berskala besar.

Baca juga:

Delegasi Indonesia, yang dipandu oleh Duta Besar RI untuk Korea Selatan, menyoroti sejumlah inisiatif yang sedang dikaji, termasuk studi kelayakan kereta cepat Jakarta‑Surabaya serta kerjasama dalam pengembangan pelabuhan maritim di wilayah timur Indonesia. Sementara itu, perwakilan MOLIT mengungkapkan kesiapan pemerintah Korea Selatan untuk berbagi pengalaman dalam pembangunan jaringan transportasi berkelanjutan, termasuk penggunaan sistem manajemen lalu lintas berbasis AI.

Baca juga:

Data resmi menunjukkan bahwa Korea Selatan telah menyalurkan lebih dari US$5 miliar untuk proyek infrastruktur di Asia Tenggara selama lima tahun terakhir, dengan Indonesia menjadi salah satu prioritas utama. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan kebutuhan peningkatan jaringan transportasi, Indonesia dipandang sebagai pasar potensial bagi teknologi dan investasi Korea Selatan.

Baca juga:

Dalam penutup pertemuan, Edhie Baskoro Yudhoyono menyatakan, “Kami berharap kerja sama ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional.” Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan dialog teknis melalui tim kerja gabungan yang akan bertemu secara periodik dalam enam bulan ke depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *