Nasional
Beranda » Berita » Prabowo Tekankan Indonesia Tak Boleh Minder, Negara Lain Belajar Program MBG

Prabowo Tekankan Indonesia Tak Boleh Minder, Negara Lain Belajar Program MBG

Prabowo Tekankan Indonesia Tak Boleh Minder, Negara Lain Belajar Program MBG
Prabowo Tekankan Indonesia Tak Boleh Minder, Negara Lain Belajar Program MBG

Media Pendidikan – 29 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pada Jumat (29 April 2026) bahwa bangsa Indonesia tidak boleh merasa minder karena program MBG (Masyarakat Berbasis Gotong Royong) kini menjadi subjek studi bagi sejumlah negara asing. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara yang menyoroti keberhasilan program pembangunan berbasis komunitas.

Program MBG Dapat Perhatian Internasional

Prabowo menambahkan bahwa rasa percaya diri bangsa harus tetap terjaga, mengingat tantangan global yang semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya memelihara semangat gotong royong sebagai nilai inti yang tidak hanya memperkuat kohesi sosial, tetapi juga menjadi aset kompetitif dalam arena internasional.

Baca juga:

Dalam konteks tersebut, pemerintah menyoroti beberapa langkah konkret yang telah diambil untuk memperluas jangkauan program MBG. Di antaranya, pelatihan lintas negara, pertukaran pengalaman dengan lembaga internasional, serta penyusunan modul pembelajaran yang dapat diadaptasi oleh negara lain. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi Indonesia sebagai pelopor inovasi sosial.

Selain menekankan kebanggaan atas pencapaian tersebut, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari kontribusi masyarakat luas. Ia mengajak semua elemen bangsa untuk terus mendukung inisiatif MBG, baik melalui partisipasi langsung maupun melalui dukungan kebijakan yang memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal.

Baca juga:

Data yang tersedia menunjukkan bahwa sejak peluncuran program MBG, sejumlah negara telah mengirim delegasi untuk mempelajari mekanisme pelaksanaannya di Indonesia. Meskipun tidak ada angka pasti yang dipublikasikan, kehadiran delegasi tersebut menandakan adanya minat yang signifikan terhadap model pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

Pengamat politik menilai bahwa pernyataan Prabowo mencerminkan strategi diplomasi lunak yang memanfaatkan keberhasilan domestik sebagai alat diplomasi. Dengan menonjolkan program MBG, Indonesia dapat memperkuat posisi tawar dalam forum internasional, sekaligus membuka peluang kerjasama bilateral di bidang pembangunan sosial.

Baca juga:

Ke depan, pemerintah berencana untuk memperluas jaringan kolaborasi, termasuk mengundang lebih banyak negara untuk berkunjung ke lokasi-lokasi pilot MBG di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman bersama serta menciptakan standar internasional yang dapat diadopsi secara luas.

Dengan menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu merasa minder, Presiden Prabowo mengajak seluruh rakyat untuk terus menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan atas inovasi yang telah dicapai. Ia menutup pidatonya dengan harapan bahwa program MBG akan terus berkembang dan menjadi contoh bagi dunia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *