Sains & Teknologi
Beranda » Berita » BRIN Hadirkan Bantalan Rel Karet Komposit untuk Tingkatkan Keamanan Jalur Kereta

BRIN Hadirkan Bantalan Rel Karet Komposit untuk Tingkatkan Keamanan Jalur Kereta

BRIN Hadirkan Bantalan Rel Karet Komposit untuk Tingkatkan Keamanan Jalur Kereta
BRIN Hadirkan Bantalan Rel Karet Komposit untuk Tingkatkan Keamanan Jalur Kereta

Media Pendidikan – 29 April 2026 | JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang menguji teknologi bantalan rel berbasis karet komposit yang diharapkan dapat memperkuat keselamatan jalur kereta api di Indonesia. Pengembangan ini dilakukan oleh tim peneliti BRIN dengan fokus pada peningkatan stabilitas rel dan pengurangan getaran pada kereta penumpang.

Proyek penelitian dimulai pada kuartal pertama tahun ini dan melibatkan kolaborasi antara laboratorium material BRIN serta sejumlah universitas teknik terkemuka. Tim mengkaji sifat elastisitas karet yang dipadukan dengan serat komposit untuk menghasilkan bantalan yang mampu meredam beban dinamis secara lebih efektif dibandingkan bantalan konvensional yang berbahan logam atau beton.

Baca juga:

Langkah-langkah Pengujian dan Temuan Awal

Pengujian awal dilakukan pada rel percobaan di kawasan industri dekat Bandung, dimana sampel bantalan dipasang pada beberapa segmen jalur dengan frekuensi lalu lintas kereta tinggi. Data menunjukkan penurunan amplitudo getaran hingga 30 persen, serta peningkatan daya serap energi benturan. Hasil ini memberi indikasi bahwa teknologi tersebut dapat mengurangi risiko keretakan rel yang sering menjadi pemicu kecelakaan.

“Bantalan rel berbasis karet komposit menawarkan solusi yang lebih ringan dan tahan lama,” ujar Dr. Andi Prasetyo, Kepala Pusat Penelitian Transportasi BRBRIN, dalam konferensi pers pada 25 April 2024. Ia menambahkan bahwa material ini memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan suhu, sehingga performanya tetap stabil di iklim tropis.

Selain mengurangi getaran, bantalan karet komposit juga diharapkan menurunkan biaya perawatan. Karena sifatnya yang tahan korosi, frekuensi penggantian bantalan dapat berkurang signifikan, memberikan manfaat ekonomi bagi operator kereta api nasional.

Baca juga:

BRIN berencana memperluas uji coba ke jalur utama di Pulau Jawa dan Sumatra pada kuartal ketiga tahun ini. Jika hasil akhir positif, implementasi skala nasional dapat dimulai pada awal 2025, selaras dengan program modernisasi infrastruktur transportasi yang digencarkan pemerintah.

Para ahli menilai bahwa inovasi ini selaras dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan standar keselamatan transportasi publik. Mengingat Indonesia memiliki lebih dari 7.000 kilometer jaringan rel, penerapan teknologi bantalan rel karet komposit dapat memberikan dampak luas pada keseluruhan sistem perkeretaapian.

Pengembangan teknologi ini juga membuka peluang bagi industri lokal untuk memproduksi material komposit secara massal, mendukung kebijakan kemandirian teknologi nasional. BRIN menegaskan bahwa semua hasil penelitian akan dipublikasikan dalam jurnal internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan lembaga riset luar negeri.

Baca juga:

Dengan fokus pada keamanan, efisiensi, dan keberlanjutan, langkah BRIN ini menjadi bagian penting dalam memperkuat infrastruktur transportasi Indonesia, menjanjikan perjalanan kereta yang lebih nyaman dan aman bagi jutaan penumpang setiap tahunnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *