Nasional
Beranda » Berita » Gus Ipul Tekankan Tagana Sebagai Pilar Sosial Penanganan Bencana di Indonesia

Gus Ipul Tekankan Tagana Sebagai Pilar Sosial Penanganan Bencana di Indonesia

Gus Ipul Tekankan Tagana Sebagai Pilar Sosial Penanganan Bencana di Indonesia
Gus Ipul Tekankan Tagana Sebagai Pilar Sosial Penanganan Bencana di Indonesia

Media Pendidikan – 24 April 2026 | Gus Ipul menegaskan pentingnya peran Tagana sebagai pilar sosial dalam upaya penanggulangan bencana di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum yang membahas kesiapsiagaan bencana, menyoroti kontribusi organisasi kemanusiaan yang kini memiliki jaringan luas di seluruh wilayah Nusantara.

Sejarah Singkat Tagana

Tagana berdiri pada tahun 2004 dengan angkatan pertama berjumlah 60 orang relawan. Sejak itu, organisasi ini mengalami pertumbuhan signifikan hingga mencatat lebih dari 35 ribu anggota aktif yang tersebar di berbagai provinsi. Angka tersebut mencerminkan peningkatan kapasitas organisasi dalam menanggapi situasi darurat, baik pada skala lokal maupun nasional.

Baca juga:

Seiring dengan pertumbuhan jumlah anggotanya, Tagana semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu lembaga sosial yang dipercaya pemerintah dan masyarakat dalam penanganan bencana. Anggota Tagana tidak hanya berperan sebagai tenaga bantuan di lapangan, tetapi juga terlibat dalam proses koordinasi, distribusi bantuan, serta edukasi mitigasi risiko kepada masyarakat terdampak.

"Tagana bukan sekadar organisasi, melainkan tulang punggung dalam penanggulangan bencana," ujar Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa kehadiran ribuan relawan Tagana memberikan dampak signifikan dalam mempercepat proses pemulihan pasca bencana, terutama di daerah yang terpencil dan sulit dijangkau.

Baca juga:

Data terbaru menunjukkan bahwa anggota Tagana telah berpartisipasi dalam penanganan lebih dari 150 insiden bencana sejak pendiriannya, termasuk banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan kebakaran hutan. Kegiatan tersebut meliputi pendirian posko sementara, penyediaan logistik dasar seperti makanan dan obat-obatan, serta bantuan psikososial bagi korban.

Dengan jaringan anggota yang tersebar luas, Tagana mampu merespon secara cepat ketika bencana terjadi. Kecepatan respons ini didukung oleh sistem koordinasi internal yang telah disempurnakan selama lebih dari satu dekade, menjadikan organisasi ini sebagai mitra strategis bagi Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dalam mengelola operasi darurat.

Baca juga:

Ke depan, Gus Ipul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dengan Tagana, baik melalui partisipasi aktif sebagai relawan maupun dukungan dalam bentuk pelatihan dan pendanaan. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektoral akan menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan sosial yang lebih baik di Indonesia.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *